Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kebiasaan Masyarakat Berubah, Menristek Ungkap Startup TIK Bisa Ambil Peran

Bambang mengungkapkan teknologi informasi dan komunikasi atau TIK saat ini telah menjadi kebutuhan masyarakat.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 13 Juni 2020  |  10:52 WIB
Ilustrasi startup. - olpreneur.com
Ilustrasi startup. - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro menerangkan dampak pandemi Covid-19 turut menciptakan tren teknologi baru bagi pengembangan perusahan rintisan atau startup di Indonesia.

Bambang beralasan akibat pandemi Covid-19 pola interaksi masyarakat berubah dengan ditandai dengan minusnya kontak langsung antar orang.

“Yang kita butuhkan sekarang adalah aplikasi. Semakin banyak aplikasi yang bisa meminimalisir kontak langsung dan tentunya harus sesuai dengan peraturan perundangan,” kata Bambang melalui keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jakarta, Sabtu (13/6/2020).

Bambang mengungkapkan teknologi informasi dan komunikasi atau TIK saat ini telah menjadi kebutuhan masyarakat. Sehingga, dia menuturkan, pemerintah tengah memerhatikan infrastruktur bagi TIK.

“Termasuk akses internet menjadi infrastruktur dasar sama seperti jalan raya dan pembangkit listrik,” ujarnya.

Dia menegaskan infrastruktur TIK mesti diperlakukan sama dengan infrastruktur perhubungan maupun energi. Karena, menurut dia, teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi cara hidup baru akibat pandemi Covid-19.

“Sekarang sudah menjadi kebutuhan dasar sama seperti kita membuat jalan, membuat bandara, maupun membuat pembangkit dan transmisi listrik. Investasi swasta dan publik harus diperkuat dan otomatis juga sumber daya manusianya,” kata dia.

Kementerian Riset dan Teknologi sekaligus Badan Riset dan Inovasi Nasional mencatat terdapat sepuluh tren teknologi baru akibat pandemi Covid-19 yang meliputi belanja daring, pembayaran digital, teleworking (work from home), telemedicine, tele-education and training, hiburan daring, rantai pasokan atau supply chain 4.0, 3D printing, robot dan drone, serta teknologi 5G dan TIK.

Investor Startup sekaligus pendiri Indies Capital Pandu Patria Sjahrir mengatakan para pelaku usaha startup dapat memanfaatkan situasi tersebut. Pandu mencontohkan logistik, menurutnya ke depan akan menjadi tren bisnis startup adalah e-logistik.

Jenis startup itu juga relevan dengan kondisi pandemi saat ini. Selain itu masa pandemi juga menimbulkan permasalahan di bidang pendidikan dan kesehatan di masyarakat.

“Saya yakin startup yang bisa mengembangkan platform untuk mengatasi masalah kedua bidang itu akan bisa berkembang cepat,” tuturnya, dalam rilis yang diterima Bisnis, Selasa (9/6/2020).

Menurutnya, para investor pun banyak yang akan mendukung perusahaan rintisan dengan memberikan suntikan modal. Apalagi dari sisi pasar, startup ini memiliki segmentasi yang luas.

"Secara garis besar memang market-nya ini, potensinya sangat besar. Misalnya e-commerce, kan orang belanja masih 98 persen offline, online-nya masih 2 persen. Kalau kita bisa naik 10 persen saja, itu udah 5 kali lipat," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menristekdikti covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top