Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asosiasi Minta Dilibatkan Perumusan SNI Rokok Elektrik

Edy berharap bahwa APVI diikutsertakan karena pihaknya turut sebagai pemangku kepentingan di industri hasil pengolahan tembakau lainnya (HTPL).
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 09 Juni 2020  |  23:59 WIB
Ilustrasi - REUTERS
Ilustrasi - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) meminta Kementerian Perindustrian melibatkan asosiasi tersebut dalam pembahasan standardisasi produk rokok elektrik.

Asosiasi tersebut berharap agar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tidak hanya memprioritaskan pembahasan standar nasional Indonesia (SNI) bagi produk tembakau yang dipanaskan (HTP). 

Sekretaris Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Edy Suprijadi mempertanyakan tidak diikutsertakan asosiasi. Hal ini belum mendapat penjelasan yang jelas. Padahal, APVI sudah mengirimkan surat kepada Kemenperin tentang permintaan pelibatan dalam pembahasan SNI rokok elektrik. 

"Kami tunggu tanggapan dari mereka, apakah mungkin karena wabah virus corona atau Covid-19 [sehingga] pertemuannya bertahap, saya kurang jelas,” katanya dalam keterangannya, Selasa (9/6/2020).

Edy berharap bahwa APVI diikutsertakan karena pihaknya turut sebagai pemangku kepentingan di industri hasil pengolahan tembakau lainnya (HTPL).

Sementara itu, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin Supriadi mengaku bahwa pembahasan SNI rokok elektrik direncanakan pada 2021. Pihaknya mendahulukan pembahasan SNI bagi produk HTP. 

Salah satu alasannya adalah keterbatasan waktu dan masih mewabahnya virus corona sehingga pihaknya mendahulukan SNI bagi produk HTP untuk kemudian produk rokok elektrik tahun depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rokok elektrik
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top