Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemulihan Daya Beli Kunci Pertumbuhan Sektor Logistik

Pemulihan daya beli masyarakat dapat menjadi kunci sukses kebangkita sektor logistik karena dengan daya beli tumbuh, sektor industri bergerak dan perdagangan tumbuh.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 07 Juni 2020  |  14:11 WIB
Petugas beraktivitas di Terminal Kargo dan Pos Bandara Jenderal Ahmad Yani yang berada di lokasi baru seusai diresmikan, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/1/2019). - ANTARA/Aji Styawan
Petugas beraktivitas di Terminal Kargo dan Pos Bandara Jenderal Ahmad Yani yang berada di lokasi baru seusai diresmikan, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/1/2019). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemulihan daya beli masyarakat dapat menjadi kunci sukses kebangkita sektor logistik karena dengan daya beli tumbuh, sektor industri bergerak dan perdagangan tumbuh. Kedua sektor terakhir membutuhkan logistik sebagai penopang aktivitasnya, apalagi pasca pandemi virus corona merebak.

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldi Ilham Masita mengatakan kunci menumbuhkan kembali daya beli masyarakat ada pada pemerintah. "Kalau Pemerintah bisa menumbuhkan daya beli masyarakat kembali pada bulan Agustus dan seterusnya makan berangsur-angsur logistik akan mulai bergerak mengikuti industri dan perdagangan yang tumbuh," jelasnya, Minggu (7/6/2020).

Selama masa krisis setelah pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini dari Juni sampai dengan Agustus, terangnya, menjadi kesempatan untuk perusahaan-perusahaan logistik membangun perusahaannya agar dapat beradaptasi dengan fase kenormalan baru yang ada.

Para perusahaan ini perlu membentuk digitalisasi dari proses logistiknya, meningkatkan SDM logistiknya dengan berbagai pelatihan, menjajaki bisnis logistik model baru dengan kolaborasi sehingga siap berlari kencang setelah pemulihan ekonomi Agustus 2020 berlalu.

Perusahaan-perusahaan logistik jelasnya, perlu melihat pelanggan dan kliennya setelah fase pandemi virus corona dan new normal ini dapat bertahan, punah atau hybrid karena ada perusahaan yang berubah dan ada yang tetap untuk bisa menyesuaikan bisnis model logistik sesuai dengan para pelanggannya.

Menurutnya, sektor logistik sudah mulai terkonstraksi sejak Januari 2020 karena penurunan impor dan ekspor dari dan ke China terjadi pada Januari 2020, China mulai melakukan lock down dan libur Tahun Baru China yang berlanjut sampai Maret 2020.

Sejak Maret 2020, sektor-sektor logistik yang melayani industri atau perdagangan terhenti karena Covid 19 juga berdampak. Hingga Mei 2020, sektor logistik yang melayani sektor yang masih bergerak atau naik karena Covid-19 yang masih bisa menjalankan bisnisnya, seperti pendukung sektor e-commerce, FMCG (fast moving consumer goods) dan F&B walaupun pertumbuhannya lebih rendah dari kondisi normal.

"Mulai Juni sampai Agustus mungkin, diperkirakan sektor logistik secara keseluruhan juga akan berkurang lagi karena daya beli masyarakat yang semakin lemah sehingga semua sektor industri dan perdagangan akan terkena dampaknya termasuk sektor yang pada Maret sampai Juni 2020 masih bisa bergerak karena Covid-19," urainya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top