Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ternyata, Saat Sahur Jadi Waktu Masyarakat Cari Hunian

Ternyata, waktu sahur saat menjalankan ibadah puasa bagi umat muslim juga menjadi pilihan bagi masyarakat untuk mencari hunian.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  15:53 WIB
Pengunjung mencari informasi mengenai Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia Properti Expo (Ipex) 2020 di Jakarta, Minggu (16/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Pengunjung mencari informasi mengenai Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia Properti Expo (Ipex) 2020 di Jakarta, Minggu (16/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Selama Ramadan, banyak umat muslim harus bangun dini hari untuk melaksanakan sahur sebelum berpuasa. Ternyata, waktu-waktu tersebut juga kemudian menjadi pilihan bagi mereka untuk mencari hunian.

Portal properti daring Lamudi.co.id mencatat ada kenaikan 100 persen untuk pencarian hunian selama pukul 03.00 sampai 05.00 pagi. Rata-rata pencarian rumah saat waktu sahur mencapai 12.000 orang, angka ini melonjak tajam jika dibandingkan dengan di luar bulan Ramadan yang mencapai 5.000-an orang.

Managing Director Lamudi.co.id Mart Polman mengatakan, saat masa pandemi Covid-19, tren pencarian rumah di Lamudi ternyata cukup meningkat. Contohnya ketika kuartal I/2020 angka pencarian rumah meningkat sebesar 15 persen jika dibandingkan dengan kuartal IV/2019.

“Naiknya jumlah pencarian ini disebabkan masyarakat sekarang memiliki banyak waktu luang di dalam rumah karena aktivitas social distancing, mereka banyak yang menghabiskan waktu berselancar di dunia maya, termasuk mencari properti melalui mobile phone,” kata Mart, mengutip keterangan resmi, Rabu (20/5/2020).

Adapun, mayoritas pencari rumah di Lamudi sendiri didominasi oleh usia 25-34 sebanyak 42,81 persen. Sedangkan kalangan usia 35-44 hanya sebanyak 24,28 persen, usia 18-24 sebanyak 35,85 persen, usia 45-54 sebanyak 11,20 persen dan usia 55-64 hanya 4,47 persen.

“Para pencari tersebut banyak menggunakan perangkat mobile untuk mencari rumah idaman,” imbuh Polman.

Sementara itu, para calon pembeli rumah yang mengakses Lamudi juga didominasi oleh kaum pria, rata-rata mereka mengincar rumah dengan harga Rp300 juta hingga Rp1 miliar yang berlokasi di Jabodetabek.

Senada, Co-Founder Cava Property Reynolds Darmadi mengungkapkan bahwa pada masa pandemi ini, rumah yang paling banyak peminatnya adalah rumah tapak dengan harga di bawah Rp2 miliar.

“Alasannya karena kebutuhan, terutama untuk pasangan yang baru menikah, mereka biasanya sudah bersiap dari jauh-jauh hari untuk beli rumah pertama. Ketika pekerjaan mereka tidak terlalu terdampak, mereka akan lanjut cari hunian,” ungkapnya.

Calon pembeli juga makin cerdas saat ini. Dalam kondisi pandemi, mereka paham betul bahwa properti primer saat ini justru fleksibilitasnya tinggi terkait dengan pembiayaan, baik dengan adanya diskon atau cara bayar apapun yang belum pernah ditawarkan sebelumnya.

Dengan tingginya jumlah pencarian hunian secara daring, harapannya bisa dimanfaatkan pengembang sebaik mungkin untuk memasarkan produknya, terutama rumah tapak kelas menengah, secara daring lewat berbagai platform digital yang ada.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top