Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Empat Teknologi ini Bisa Mendukung Kinerja Industri Manufaktur Tetap Produktif

Sektor manufaktur juga ikut terimbas situasi krisis pandemi virus Corona seperti sekarang ini. Banyak pabrik yang harus mengurangi produktivasnya karena pekerja harus bekerja sesuai jam kerja yang sudah diatur.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 17 Mei 2020  |  21:00 WIB
Ilustrasi-Pekerja merakit panel listrik yang diproduksi di pabrik pintar Schneider Electric Indonesia, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (25/6/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Ilustrasi-Pekerja merakit panel listrik yang diproduksi di pabrik pintar Schneider Electric Indonesia, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (25/6/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor manufaktur juga ikut terimbas situasi krisis pandemi virus Corona seperti sekarang ini. Banyak pabrik yang harus mengurangi produktivasnya karena pekerja harus bekerja sesuai jam kerja yang sudah diatur.

Demi menjaga produktivitas tidak terlalu jatuh atau tetap stabil dibutuhkan teknologi yang mendukung, dapat menciptakan kolaborasi dan pengelolaan data yang akurat.

Data yang akurat, cepat dan tepat mampu membantu kita dalam mengambil keputusan terutama di masa krisis seperti sekarang ini.

Digitalisasi/Teknologi revolusi industri 4.0 memungkinkan pelaku industri mencapai tingkatan baru dalam produktivitas operasional dan efisiensi energi. Hal ini juga bisa menciptakan proses kerja baru, memberdayakan sumber daya manusia, dan memberikan kemampuan untuk cepat beradaptasi di tengah situasi krisis sekalipun.

"Dalam krisis seperti sekarang ini, kita harus bisa bekerja dari jarak jauh dan tetap aman. Namun, meski kita tetap bekerja di rumah, semua harus serba transparan untuk menjaga efisiensi dan produktivitas," ujar Fadli Hamsani, Country Digital Transformation Schneider Electric - Indonesia dalam sharing session bersama Schneider Electric beberapa waktu lalu.

Sektor manufaktur memiliki tingkat kompleksitas dan tantangan dalam melakukan remote working agar tetap produktif. Berikut empat teknologi yang bisa mendukung kinerja secara remote working, efektif dan produktif:

- Realtime monitoring seperti EcoStruxure Building Operation & Power Monitoring Expert dapat membantu facility manager dalam mengelola konsumsi energi di pabrik.

- Realtime Access/Control seperti Remote Application: EcoStruxure™ Secure Connect Advisor & AVEVA Insight – membuat kita bisa melakukan kontrol terhadap peralatan dan mesin untuk menjaga kecepatan respon tim maintenance dan quality control melakukan trouble shooting terhadap masalah yang terjadi di lapangan atau pabrik.

- Remote FAT (Final Acceptance Tests)– Perusahaan dapat tetap memberikan servis yang transparan dan interaksi dengan customers meskipun dalam kondisi remote working. Teknologi Remote FAT salah satunya memungkinkan pengetesan produk jarak jauh sehingga customer tidak perlu datang ke lokasi pabrik.

- Connected Asset – Aset-aset kritikal yang ada di pabrik dapat tetap dipantau kinerjanya untuk menjaga produktivitas

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

schneider electric
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top