Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bulog Prediksi, Bulan Depan Pasar ‘Banjir’ Gula

Bulog mengklaim bakal memiliki stok gula pasir dalam jumlah yang besar pada Juni 2020, lantaran adanya pasokan dari petani dan gula yang diimpor.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Mei 2020  |  15:10 WIB
Seorang pedagang di Pasar Bina Usaha Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengecer gula pasir ke dalam bentuk kemasan satu kilogram sebelum dijual ke konsumen, Minggu (5/4/2020). - Antara/Teuku Dedi Iskandar\n
Seorang pedagang di Pasar Bina Usaha Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengecer gula pasir ke dalam bentuk kemasan satu kilogram sebelum dijual ke konsumen, Minggu (5/4/2020). - Antara/Teuku Dedi Iskandar\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog (Persero) Budi Waseso memperkirakan pasokan gula akan meningkat tajam pada Juni mendatang.

Dia mengatakan bahwa hingga Juni nanti, Bulog akan memiliki stok gula pasir konsumsi hingga 75.000 ton, yang berasal dari 25.000 ton produksi dalam negeri dan 50.000 ton dari gula impor asal India.

"Produksi kita kurang lebih ada 25.000 ton untuk bulan depan, sekarang sedang digiling. Jadi masyarakat tidak usah khawatir. Pabrik-pabrik gula lokal sudah mulai berproduksi, jadi bulan depan banjir lah," kata pria yang akrab disapa Buwas, seperti dikutip dari Antara, Jumat (15/5/2020)

Menurutnya, selain dari produksi tebu lokal, Bulog juga mendapat penugasan importasi gula kristal putih (GKP) atau gula konsumsi sebanyak 50.000 ton. Dari total tersebut, sebanyak 21.800 ton gula pasir dari India telah tiba, sedangkan sisanya akan tiba sebelum Hari Raya Idul Fitri pada pekan depan.

Budi menjelaskan harga gula di tingkat konsumen selama beberapa bulan terakhir cenderung mahal karena produksi tebu dalam negeri belum siap dipanen dan diolah sehingga tidak ada produksi.

Di sisi lain, Bulog juga tidak memiliki stok, sehingga tidak bisa mengintervensi pasar dan me lakukan stabilisasi harga. Oleh karena itu, BUMN Pangan tersebut mendapat penugasan importasi gula. Namun sayangnya terjadi keterlambatan mendatangkan gula dari India karena negara tersebut menerapkan lockdown.

Selain dari impor, Buwas mengatakan Kementerian Perdagangan telah mengalihkan stok sebesar 250.000 ton gula rafinasi yang biasa digunakan oleh industri makanan dan minuman, untuk diolah menjadi gula kristal putih atau gula konsumsi masyarakat.

Alhasil, menurutnya, stok gula pasir di pasaran diharapkan berlimpah dan menekan harga yang saat ini masih terpantau tinggi.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir nasional hingga Jumat (15/5/2020) ini sudah mencapai Rp17.400 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga acuan tingkat konsumen sebesar Rp12.500 per kg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bulog gula harga gula

Sumber : Antara

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top