Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Awas Jangan Tertipu! BPOM Tidak Pernah Rilis Obat Herbal Untuk Virus Corona

Menurut BPOM, obat herbal yang telah memiliki Nomor Izin Edar (NIE) maka produk tersebut telah dilakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, khasiat dan mutunya.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  13:18 WIB
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito. - Istimewa
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan tidak pernah memberikan persetujuan klaim khasiat obat herbal yang dapat mengobati segala jenis penyakit, termasuk infeksi virus corona atau Covid-19.

Menurut BPOM, obat herbal yang telah memiliki Nomor Izin Edar (NIE) maka produk tersebut telah dilakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, khasiat dan mutunya.

"Namun, klaim khasiat suatu obat herbal harus dibuktikan, baik berdasarkan data empiris atau secara ilmiah melalui uji pra klinik dan uji klinik. Apabila suatu produk herbal terbukti berkhasiat untuk mengobati suatu penyakit, maka klaim khasiat tersebut akan tertera pada label kemasan produk," kata Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2020).

Untuk itu, BPOM mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati dan tidak mudah percaya iklan atau pernyataan seseorang yang menyatakan bahwa obat herbal ampuh mengobati Covid-19.

Adapun sejumlah langkah menggunakan produk herbal secara aman dan tepat dengan cara melakukan pengecekan produk. Masyarakat dapat melakukan cek KLIK dan memastikan kemasan dalam kondisi baik.

Selanjutnya, masyarakat diharapkan membaca seluruh informasi pada labelnya dan memastikan ada izin edar dari BPOM. Terakhir, tentunya pastikan tidak melewati masa Kedaluwarsa. Langkah terbaik selanjutnya yakni dengan melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter apabila memiliki riwayat penyakit tertentu.

Sebelumnya, Gabungan Pengusaha (GP) Jamu melayangkan protes terkait kegiatan importasi obat herbal atau jamu China yang dilakukan oleh Satgas DPR dan diklaim manjur untuk penyembuhan pasien Covid-19.

Ketua Umum GP Jamu Dwi Ranny Pertiwi mengatakan pihaknya menyesalkan langkah DPR yang membagikan jamu dari China pada rumah sakit (RS) rujukan tanpa ada komunikasi baik dengan industri hingga BPOM. Hal itu disampaikan Dwi dalam rapat virtual dengan komisi VI DPR RI, Senin (27/4/2020).

"Kami ditanya BPOM terkait jamu ini juga para dokter di RS rujukan, karena semua bingung dengan produk jamu yang dibagikan dan diklaim oleh Satgas DPR untuk pasien covid-19," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat BPOM obat herbal
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top