Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pengguna Jasa Dukung Perang Tarif Kargo Udara

Pengguna jasa kargo udara merespons positif adanya perang tarif karena bisa menciptakan persaingan sehat.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 04 Mei 2020  |  15:25 WIB
Pengguna Jasa Dukung Perang Tarif Kargo Udara
Petugas melakukan bongkar muat barang di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengguna jasa kargo udara menilai terjadinya persaingan harga atau perang tarif di aktivitas pengiriman udara menjadi hal positif di tengah pandemi virus corona. Hal ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk menggunakan jasa yang lebih terjangkau.

Ketua DPP Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldi Ilham Masita mengungkapkan harga kargo udara turun akan berdampak positif terhadap industri pengiriman, sehingga dalam membantu UMKM di masa sulit seperti saat ini.

"Harga kargo udara yang turun malah bagus sehingga pengiriman melalui jalur udara menjadi lebih murah sehingga bisa membantu UMKM pada masa pandemi ini," katanya kepada Bisnis.com, Senin (4/5/2020).

Persaingan di bisnis kargo udara ini bernilai positif tegasnya, karena sama seperti pada angkutan laut dan darat juga terjadi persaingan. Dengan demikian, hal ini bisa memacu para penyedia jasa angkutan udara memberikan harga yang murah dan pelayanan yang terbaik sehingga akan semakin digunakan baik oleh pelaku usaha jasa pengiriman maupun oleh masyarakat.

Hal ini, terangnya, jelas berbeda dengan industri ojek online (ojol) ketika salah satunya memberikan harga yang amat terjangkau akan membuat pengguna beralih sebagian besar dan memicu predatory pricing atau pemberian harga yang memicu kolapsnya pesaing usaha dan berujung pada monopoli.

Menurutnya, pada industri kargo udara, pemain layanan angkutan kargo tidak didominasi oleh dua atau tiga perusahaan, sehingga persaingan usaha yang sehat dapat terjadi, baik melalui pemberian harga murah atau layanan yang lebih baik.

"Memang yang harus dihindari agar jangan sampai sampai ada monopoli," imbuhnya.

Di sisi lain, Zaldi menuturkan pihaknya sebagai pengguna jasa angkutan kargo udara (freighter) belum mendapatkan harga miring yang disebut-sebut diberikan oleh maskapai penumpang yang beralih menjadi mengangkut kargo di kabin pesawatnya.

Dia mengatakan tarif angkutan kargo masih normal seperti sebelum terjadinya virus corona atau Covid-19. Pihaknya, tidak menggunakan pesawat charter (sewa) karena masih menemukan pesawat cargo berjadwal yang sudah tersedia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top