Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Restrukturisasi Program dan Anggaran Kementerian/Lembaga, Apa Motifnya?

Saat ini ada 86 kementerian/lembaga dengan 289 eselon I yang memiliki 424 program dan direstrukturisasi sehingga hanya tersisa 102 program.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 30 April 2020  |  13:02 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Bisnis - Abdullah Azzam
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama Kementerian Keuangan tengah menyiapkan restrukturisasi program dan penganggaran kementerian/lembaga.

Hal itu disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2020 melalui telekonferensi, Kamis (30/4/2020).

"Sebagai salah satu wujud efektivitas dan efisien pembangunan, Bappenas bersama Kemenkeu menyiapkan restrukturisasi program dan pengaggaran kementerian/lembaga," ujarnya.

Suharso menjelaskan saat ini ada 86 kementerian/lembaga dengan 289 eselon I yang memiliki 424 program. Pemerintah merestrukturisasinya sehingga hanya tersisa 102 program, yang terdiri dari 84 tidak lintas dan 14 lintas kementerian/lembaga.

Menteri PPN pun merincikan tujuan restrukturisasi itu adalah untuk memastikan funsgi elemen pemerintah tercermin dan terbagi habis di dalam seluruh program kementerian/lembaga. Selain itu, memastikan pelasksanaan program prioritas dan major project terakomodasi dalam output kementerian/lembaga.

"Dan memastikan 1 output dihasilkan tidak lebih dari satu kementerian/lembaga. Hari ini satu kementerian/lembaga memiliki 3-4 program di masing-masing eselon I-nya. Kemudian, memastikan konvergensi sasaran baik di program lintas di eseolon I di satu kementerian/lembaga atau di lintas kementerian/lembaga."

Dalam kesempatan yang sama, Suharso juga menegaskan bahwa rencana kerja anggaran pemerintah (RKAP) 2021 diarahkan untuk pemulihan sosial ekonomi.

Langkah itu diambil untuk mengejar target rencana pemerintah jangka menengah nasional atau RPJMN 2020-2024 yang terancam meleset akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

"Rencana kerja pemerintah tahun 2021 diarahkan untuk pemulihan sosial ekonomi, guna mengejar target RPJMN 2020-2024. Untuk itu, tema RKAP 2021 adalah mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial," kata Kepala Bappenas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bappenas musrenbang Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top