Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Pandemi, Amman Sampaikan Kondisi Proyek Smelter

Banyak mitra bisnis yang menunjang progress smelter Amman berasal dari negara-negara yang terjangkit Covid-19 dan menerapkan karantina wilayah.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 28 April 2020  |  20:30 WIB
Presiden Direktur Amman Mineral, Rachmat Makkasau memberikan pemaparan dalam CEO Forum Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) yang bertajuk 'The Depiction of the Indonesian Mining Industry 2020 and Beyond from the CEO's Perspective' di Hotel Fairmont, Jakarta (20/2). - Bisnis / Yanita Patriella
Presiden Direktur Amman Mineral, Rachmat Makkasau memberikan pemaparan dalam CEO Forum Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) yang bertajuk 'The Depiction of the Indonesian Mining Industry 2020 and Beyond from the CEO's Perspective' di Hotel Fairmont, Jakarta (20/2). - Bisnis / Yanita Patriella

Bisnis.com, JAKARTA – Progress pembangunan smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara terdampak pandemi virus corona (Covid-19)

Head of Corporate Communication PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Kartika Oktaviana mengatakan terhambatnya progress pembangunan smelter ini karena sebagian besar mitra bisnis yang menunjang progress smelter ini berasal dari berbagai negara yang terjangkit Covid-19 dan menerapkan lockdown.

"Ini tentu menyebabkan progress smelter menjadi terhambat," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (28/4/2020).

Amman pun telah menyampaikan secara resmi kepada Kementerian ESDM mengenai hambatan yang dihadapi dalam pembangunan smelter.

"Kami tetap berupaya untuk melakukan yang terbaik agar progres tetap sesuai dengan rencana yang ditetapkan pemerintah. Keputusan ada di tangan kementerian ESDM," katanya.

Adanya pandemi virus corona, lanjutnya, memberikan dampak yang cukup signifikan karena harus melakukan berbagai upaya pencegahan di wilayah kerja perusahaan.

Saat ini, berbagai kebijakan yang diterapkan di antaranya adalah pembatasan keluar masuk wilayah kerja untuk meminimalisir kemungkinan penyebaran Covid-19.

"Kami terus menjaga betul kesehatan dan keselamatan karyawan berserta keluarga karyawan yang ada di Tambang Batu Hijau," tutur Kartika.

Adapun target yang tercantum dalam dokumen perencanaan smelter untuk bulan Januari 2020 adalah sebesar 24,668 persen.

Berdasarkan  hasil evaluasi progres  enam bulanan hingga periode Januari 2020, Amman Mineral telah berhasil mencapai kemajuan sebesar 22,974 persen atau sekitar 93,13 persen dari target untuk periode Januari 2020.

Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot menuturkan terdapat surat dari sejumlah perusahaan yang melaporkan kendala dalam pembangunan smelter.

Namun demikian, pihaknya enggan membeberkan lebih lanjut perihal detail pelaporan kendala tersebut. Adapun surat tersebut merupakan laporan kendala pembangunan smelter selama pandemk Covid-19.

"Kami tengah menyusun langkah-langkah ke depan. Ini tergantung dampaknya seperti apa," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smelter amman mineral
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top