Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kecelakaan Kerja Hulu Migas Jadi Sorotan

Salah satu upaya yang dilakukan SKK Migas untuk meningkatkan keselamatan kerja para kontraktor dengan membentuk integrated operation center (IOC)
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 28 April 2020  |  16:07 WIB
Kondisi well head platfrom di lapangan Camar wilayah kerja Bawean yang dioperasikan Camar Resource Canada Inc. setelah adanya kebakaran pada 29/2 - 2020. Bisnis/SKK Migas
Kondisi well head platfrom di lapangan Camar wilayah kerja Bawean yang dioperasikan Camar Resource Canada Inc. setelah adanya kebakaran pada 29/2 - 2020. Bisnis/SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengklaim telah menerapkan standar keselamatan kerja di sejumlah proyek hulu migas di Indonesia telah sesuai dengan standar internasional.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa, keselamatan kerja proyek menjadi salah satu prioritas utama dalam kegiatan produksi di hulu migas.

Adapun, salah satu upaya yang dilakukan SKK Migas untuk meningkatkan keselamatan kerja para kontraktor dengan membentuk integrated operation center (IOC). Pembentukan IOC guna memonitor operasional kontraktor secara real time.

Selain itu, proses investigasi dari satu kejadian kecelakaan menjadi hal penting untuk meningkatkan faktor keselamatan dan keamanan ke depannya.

"Kami investigasi sekarang dan hasil dari investigasi tersebut kami tidaklanjuti dengan langkah-langkah adanya sanksi dan teguran," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Selasa (28/4/2020).

Sementara itu, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan bahwa selama ini, indikator kinerja atau KPI yang diterapkan untuk keselamatan kerja di lokasi proyek hulu migas telah menerapkan standar internasional.

Dia menjelaskan, meskipun masih terjadi beberapa kecelakaan kerja sepanjang kuartal I/2020 yakni salah satunya terbakarnya mulut sumur milik Camar Resources Canada Inc. pada Februari, tingkat kecelakaan kerja cenderung masih lebih kecil incident rate.

Per Maret 2020, jumlah jam kerja yang tercatat sebanyak 69 jam kerja dengan incident rate berada pada level 0,62.

"Boleh kami sampaikan review KPI, KPI kami adalah kecelakaan kerja adalah 1 itu standar worldwide, hingga kuartal I/2020 kecelakaan kerja kami 0,4 dan dengan beberapa kejadian totalnya menjad 0,6, masih di bawah," jelasnya.

Anggota DPR Komisi VII Fraksi PKB Ratna Juwita Sari mempertanyakan prosedur keselamatan dalam operasional hulu migas. Dia mencontohkan ada beberapa kecelakaan kerja dalam operasional produksi migas.

"Seperti kemarin di Gundih, itu seperti apa [penyebabnya]," katanya.

Kamis, 4 April 2020, diketahui CPP Gas Gundih mengalami gangguan pada Kamis pagi hingga terjadi kebakaran di lokasi. Asset 4 General Manager PT Pertamina EP Agus Amperianto menjelaskan gangguan terjadi di area thermal oxidizer (TOX) yang mengakibatkan keluarnya percikan api di fasilitas tersebut.

"Sekira pukul 09.40 WIB kami mendapatkan informasi adanya gangguan di area TOX di CPP Gundih. Dari kejadian tersebut mengakibatkan adanya api yang muncul di fasilitas tersebut", ujarnya dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut, tim Penanganan Keadaan Darurat PT Pertamina EP Cepu Field turun kelapangan melakukan upaya stabilisasi seluruh fasilitas di CPP Gundih dan api di fasilitas TOX sudah berhasil dikendalikan dan tidak ada korban jiwa atas kejadian ini.

Selain itu, Agus menambahkan bahwa saat ini tim PKD masih terus menjaga fasilitas CPP Gundih untuk mengamankan hingga kondisi stabil.

"Saat ini operasi di CPP Gundih dan sumur gas sudah dilakukan shutdown untuk proses stabilisasi. Seluruh pekerja didalam area CPP Gundih sudah dievakuasi, Fire Truck 2 unit serta ambulance dan paramedic kami standby di lokasi," jelas Agus.

Sebelumnya, akhir Februari lalu, mulut sumur milik Camar Resource Canada Inc. terbakar akibat adanya kemiringan di salah satu rig ke arah platform dan menyenggol, sehingga menimbulkan percikan yang berakibat terjadinya kebakaran.

Dalam keterangan resmi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 29 Februari 2020, pukul 19.30 WIB.

Setelah 19 jam terjadi kebakaran di wellhead platform, api sudah bisa dikendalikan dan dilanjutkan proses pendinginan, tepatnya pada 1 Maret 2020, pukul 14.30 WIB.

 Anggota Komisi VII Fraksi Golkar Dyah Roro Esti pun menanti penjelasan SKK Migas terkait kecelakaan di lapangan Camar Bawean. Menurutnya, SKK Migas juga perlu memperhitungkan dampak ekonomi sosial yang menimpa masyaraat di sekitar daerah operasi.

Kendati melakukan operasi di tengah laut (offshore), potensi tumpahan minyak menjadi sorotan. "Karena jaraknya juga dekat dengan Bawean, bagaimana dampak atas kejadian itu," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas skk migas hulu migas tumpahan minyak
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top