Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pandemi Corona, Investasi Properti Dinilai Tetap Menarik

Menurutnya, dengan Covid-19 yang sifatnya sementara, diharapkan tidak menyurutkan minat para investor asing untuk tetap berinvestasi properti di Indonesia.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 26 April 2020  |  13:27 WIB
Foto udara perumahan di kawasan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Bisnis - Rachman
Foto udara perumahan di kawasan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Sektor properti dinilai masih bisa menjadi sarana investasi yang menjanjikan karena harganya yang terus naik. Meskipun dilanda pandemi Covid-19, sektor properti dinilai bisa segera bangkit usai pandemi.

Wakil Ketua Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Bidang Hubungan Luar Negeri Rusmin Lawin mengatakan bahwa yang menjadi berita baik bagi industri properti adalah bahwa properti masih menjadi salah satu sektor yang esensial.

“Properti menjadi sektor yang harus tetap berjalan walaupun ada Covid-19 karena multiplier effect-nya luar biasa dan bisa mendorong ratusan industri lainnya, serta padat karya, banyak pekerja yang bisa dipekerjakan,” ungkap Rusmin kepada Bisnis.com, Minggu (26/4/2020).

Menurutnya, dengan Covid-19 yang sifatnya sementara, diharapkan tidak menyurutkan minat para investor asing untuk tetap berinvestasi properti di Indonesia.

“Sampai saat ini mereka [investor asing] masih komunikasi dengan kita, mereka tunggu keadaan membaik baru mereka datang untuk investasi,” ujarnya.

Menurutnya, di saat seperti ini baik investor maupun pengembang proyek bisa memanfaatkan waktu untuk melakukan persiapan yang matang terkait dengan proyek-proyek yang akan dikerjakan. Sehingga, ketika waktunya sudah tepat, semuanya bisa langsung dijalankan.

Adapun, Rusmin menyebutkan, beberapa negara asing yang banyak berinvestasi seperti Korea, Jepang, dan China sudah secara perlahan kembali beroperasi normal, sehingga hubungan mengenai investasi dengan Indonesia tetap berjalan.

“Cuma beberapa negara kan tergantung keadaan masing-masing, ada yang bisa cepat recovery dan ada yang tidak. Tapi menurut saya sektor real estat harusnya ke depan bisa makin kinclong,” imbuhnya.

Pasalnya, terbukti investasi properti tidak pernah merugikan apabila dibandingkan dengan produk finansial seperti saham ataupun produk lainnya yang terhantam anjlok seketika, bersamaan dengan pelemahan rupiah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top