Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahun Ini Maskapai Penerbangan Bakal Babak Belur

Kebijakan pelarangan penerbangan pada 24 April-31 Mei 2020 akan memberikan tekanan yag lebih besar bagi maskapai penerbangan di Indonesia.
Wike D.Herlinda & Yustinus Andri
Wike D.Herlinda & Yustinus Andri - Bisnis.com 24 April 2020  |  11:02 WIB
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA – Pemberlakuan larangan penerbangan dari dalam dan luar negeri, diperkirakan menekan para pelaku industri penerbangan, termasuk perusahan maskapai.

Pengamat penerbangan sekaligus Direktur AIAC Aviation Arista Atmajati mengatakan, para maskapai akan mengalami penurunan pendapatan yang sangat dalam tahun ini. Terlebih kebijakan pelarangan penerbangan diberlakukan pada saat Lebaran.

“Lebaran adalah peak season, [seharusnya] masa panen bagi maskapai penerbangan,” katanya, Kamis (23/4/2020).

Dia mengatakan, sepanjang tahun ini para pengusaha telah melalui periode yang penuh tekanan. Pasalnya sepanjang Januari-Mei 2020 yang masuk periode low season, maskapai justru terpukul oleh wabah corona.

Menurutnya, pada perode libur sekolah dan libur Lebaran, biasanya menjadi lahan cuan bagi maskapai, sehingga bisa mendongkrak pendapatan sepanjang semester I. Namun, dengan adanya larangan tersebut, peluang itu berpotensi lenyap sehingga rata-rata pendapatan maskapai pada periode tersebu bisa hilang hingga 70 persen

Dia pun mengkritisi janji pemerintah untuk memberikan subsidi insentif bagi industri penerbangan, yang hingga saat ini belum diimplementasikan di lapangan.

“Maskapai-maskapai ini sudah ada yang mulai cutikan karyawannya secara sukarela dan memberlakukan potong gaji,” katanya.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan secara resmi telah memberlakukan larangan penerbangan seiring dengan larangan mudik mulai 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan pengecualian dilakukan terhadap penggunaan sarana transportasi udara hanya diberlakukan untuk pimpinan lembaga tinggi negara dan tamu atau wakil kenegaraan dan perwakilan organisasi internasional.

Selain itu, pengecualian juga berlaku untuk operasional penerbangan internasional khusus repatriasi atau pemulangan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA).

Selain itu, Arista juga memperkirakan, pada semester II/2020, tekanan bagi industri maskapai penerbangan berpotensi dari hilangnya pendapatan dari paket penerbangan untuk umrah dan haji.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub maskapai penerbangan Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top