Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Harga BBM, ini Kata Eks Gubernur OPEC

Staf Pengajar Sekolah Bisnis Manajemen ITB Widyawan Prawira Atmaja mengatakan penurunan harga minyak mentah tidak serta merta setara  dengan harga BBM.
David Eka Issetiabudi & Yanita Patriella
David Eka Issetiabudi & Yanita Patriella - Bisnis.com 24 April 2020  |  18:47 WIB
Pengemudi ojek online mengisi BBM di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta, Selasa (14/4/2020). PT Pertamina (persero) membuat program khusus selama masa darurat pandemi virus corona atau Covid-19 untuk para pengemudi ojol. Pertamina meluncurkan layanan khusus untuk para ojol berupa cashback saldo LinkAja dengan maksimal nilai Rp15.000 per hari, untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina melalui aplikasi MyPertamina. Bisnis - Arief Hermawan P
Pengemudi ojek online mengisi BBM di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta, Selasa (14/4/2020). PT Pertamina (persero) membuat program khusus selama masa darurat pandemi virus corona atau Covid-19 untuk para pengemudi ojol. Pertamina meluncurkan layanan khusus untuk para ojol berupa cashback saldo LinkAja dengan maksimal nilai Rp15.000 per hari, untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina melalui aplikasi MyPertamina. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Penyesuaian harga bahan bakar minyak tidak otomatis melihat penurunan harga minyak mentah dunia. Formula harga diharapkan jadi rujukan utama.

Staf Pengajar Sekolah Bisnis Manajemen ITB Widyawan Prawira Atmaja mengatakan penurunan harga minyak mentah tidak serta merta setara  dengan harga BBM.

Eks Gubernur OPEC ini, menyebut harga minyak mentah yang berpengaruh untuk Indonesia adalah Brent bukan WTI. Minyak jenis WTI hanya mencerminkan pasar di Amerika Serikat saja.

Pertimbangan tidak menurunkan harga BBM adalah melihat seberapa lama pandemi akibat Covid-19 berlangsung.

"Kalau Juli mendatang sudah selesai, lalu harga minyak kembali normal, penyesuaian BBM tidak semudah waktu menurunkan," katanya, Jumat (24/4/2020).

Menurutnya, pemerintah perlu juga mempertimbangkan faktor inflasi. Saat harga BBM turun, dampak pada inflasi tidak besar, berbeda saat harganya naik.

Kendati demikian, Widyawan menjelaskan opsi menurunkan harga BBM umum lebih terbuka, karena tidak melibatkan APBN. Menurutnya, penyesuaian harga BBM dengan penghitungan yang berlaku di Ditjen Migas dapat menjadi acuan.

“Ya, karena formula harga adalah faktor penting dalam penyesuaian BBM. Untuk penyesuaian harga BBM umum, relatif lebih mudah,” tutupnya.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa berpendapat bahwa pemerintah memiliki ruang untuk menurunkan harga BBM sebesar 20 persen hingga 25 persen.

Dia menerangkan untuk harga BBM di Indonesia, penetapan harganya berdasarkan pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 62.K/12/MEM/2020 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak umum bensin dan solar.

Untuk penetapan harganya menggunakan formula yang mengacu pada harga dasar produk BBM di Singapura (MOPS/Argus) ditambah dengan biaya koefisien dan margin SPBU.

Di Indonesia, penetapan harga BBM berdasarkan harga acuan MOPS/Argus selama dua bulan sebelumnya. Pada Maret kemarin sudah ada penurunan untuk merespon penurunan harga minyak sepanjang Januari - Maret, dengan menggunakan Keputusan Menteri ESDM Nomor 62K/2020.

"Dengan adanya penurunan harga minyak mentah, saya kira penyesuaiannnya bisa dilakukan pada bulan Mei dengan mempertimbangkan perubahan harga minyak Februari, Maret-Mei, dan perubahan nilai tukar yang mempengaruhi nilai pengadaan BBM untuk Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, dengan penurunan harga MOPS di pertengahan Maret sampai akhir April dan kemungkinan juga akan berlanjut sampai Mei ini, maka dengan menggunakan Kepmen ESDM 62K/2020 tersebut harga BBM di bulan Mei seharusnya bisa turun dari harga saat ini.

"Kalau dilihat dari penurunan harga minyak dari Maret-April ini, terjadi penurun kira-kira 40 persen. Jadi estimasi saya dengan mempertimbangkan juga perubahan nilai tukar maka paling tidak ada ruang penurunan 20 persen – 25  persen dari harga saat ini," tutur Fabby.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Harga BBM pertamina kementerian esdm
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top