Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Duh! AP II Bakal Kehilangan 36,12 Juta Penumpang Tahun Ini

Skenario terbaiknya diperkirakan jumlah penumpang pesawat di 19 bandara mencapai 68,22 juta orang atau lebih rendah 27 persen dibandingkan dengan perkiraan awal.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 22 April 2020  |  13:51 WIB
Warga berada di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, Minggu (12/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Warga berada di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, Minggu (12/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) menurunkan target jumlah penumpang di 19 bandara yang dikelolanya hingga sebesar 38,45 persen menjadi hanya 57,80 juta orang pada tahun ini.

Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengatakan dengan adanya pandemi global Covid-19 dan dengan melihat tren penurunan yang ada serta mempertimbangkan situasi, kondisi, perkembangan di industri serta kebijakan regulator diperkirakan jumlah penumpang tidak akan mencapai 93,92 juta penumpang, sesuai target awal.

“Kami menetapkan ada tiga skenario sebagai dasar dalam menjalankan strategi di tengah pandemi ini. Skenario tersebut adalah best scenario, bad scenario, dan worst scenario,” jelasnya, Rabu (22/4/2020).

Awaluddin memaparkan untuk skenario terbaiknya diperkirakan jumlah penumpang pesawat di 19 bandara mencapai 68,22 juta orang atau lebih rendah 27 persen dibandingkan dengan perkiraan awal. Adapun, untuk skenario lebih buruknya jumlah penumpang bisa mencapai sebanyak 63,49 juta orang atau lebih rendah 32 persen dari perkiraan awal.

Sementara itu, untuk skenario paling buruknya jumlah penumpang kemungkinan hanya 57,80 juta penumpang atau lebih rendah 38,45 persen dari perkiraan awal.

Dia menjelaskan perkiraan jumlah penumpang berdasarkan tiga kriteria tersebut didasarkan pada periode berakhirnya pandemi, kecepatan pemulihan industri penerbangan, dan periode normal yang ditandai dengan kondisi ekonomi yang sudah kembali stabil.

Pihaknya menjelaskan Selama masa pandemi ini, operator pelat merah tersebut telah menetapkan strategi mitigasi risiko yaitu Business Continuity Management yang terdiri dari tiga fase yaitu Business Survival, Business Recovery, dan Business Sustainability.

Saat ini perseroan tengah menjalankan fase Business Survival dengan obyektifnya antara lain perlindungan tenaga kerja, cost leadership, pemilihan prioritas investasi, dan optimalisasi arus kas perseroan. Diakuinya, sektor penerbangan nasional memang cukup terdampak akibat pandemi Covid-19.

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) pada 26 Maret 2020 mengungkapkan bahwa jumlah penumpang pesawat sejak bulan lalu sudah turun drastis dan sejalan dengan itu maskapai nasional mengurangi jumlah penerbangan, baik rute dan frekuensi, sampai dengan 50 persen atau lebih.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konpers APBN KITA, Jumat 17 April 2020, mengungkapkan sepanjang Januari – Februari 2020 sudah terdapat 12.703 penerbangan yang dibatalkan di 15 bandara utama di Indonesia, terdiri dari 11.680 penerbangan domestik dan 1.023 penerbangan internasional.

Lebih lanjut, Menkeu mengungkapkan sektor layanan udara kehilangan pendapatan Rp207 miliar, dengan sebesar Rp48 miliar berasal dari penerbangan dari dan ke China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angkasa pura ii
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top