Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sri Mulyani: Banyak Perusahaan Tidak Mau Tambah Kredit

Pemerintah tengah melakukan finalisasi relaksasi kredit perbankan dengan plafon hingga Rp500 juta sebagai stimulus untuk meredam dampak Covid-19.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 22 April 2020  |  14:35 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Minat pelaku usaha untuk mendapatkan tambahan kredit dari lembaga jasa keuangan menurun di tengah merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo melalui video conference, Rabu (22/4/2020).

Menkeu menjelaskan pemerintah telah menggelontorkan bantuan sosial, menetapkan relaksasi di sektor industri dan belanja di sektor kesehatan untuk mengantisipasi dampak sosial ekonomi pandemi Covid-19.

"Kami sangat hati-hati memberikan langkah selanjutnya yaitu pemberian kredit modal kerja karena perusahaan banyak yang tidak menghendaki tambahan kredit," jelasnya.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah tengah melakukan finalisasi relaksasi kredit perbankan dengan plafon hingga Rp500 juta. Hal ini masuk dalam rangkaian stimulus untuk meredam dampak pandemi Covid-19.

Pihaknya masih akan melihat dampak kondisi ini terhadap berbagai perusahaan. "Kami harap yang diluncurkan 18 sektor usaha, pengelola jalan tol yang mendapatkan dampak baik cashflow dan penerimaan."

Dengan kebijakan itu, para debitur akan menerima relaksasi kredit serupa dengan relaksasi yang diberikan pemerintah kepada debitur kredit usaha rakyat (KUR). Mereka akan mendapatkan penundaan pembayaran cicilan pokok selama 6 bulan, pembebasan bunga selama 3 bulan pertama, dan potongan bunga sebesar 50 persen pada 3 bulan selanjutnya.

Menkeu menjelaskan bahwa hal tersebut tengah didiskusikan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI).

“Ini menyangkut seluruh debitur yang ada di perbankan dan lembaga pembiayaan dan tentu yang punya track record yang baik,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

finansial Pertumbuhan Ekonomi Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top