Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kesiapan Infrastruktur Geser Tren Wilayah Pencarian Properti

Sejak adanya perkembangan infrastruktur yang semakin merata ke luar Jakarta, pencarian properti juga tak semakin meluas, tak hanya terkonsentrasi di Jakarta.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 10 April 2020  |  16:20 WIB
Foto udara perumahan di kawasan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Bisnis - Rachman
Foto udara perumahan di kawasan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Sejak adanya perkembangan infrastruktur yang semakin merata ke luar Jakarta, pencarian properti juga tak semakin meluas, tak hanya terkonsentrasi di Jakarta.

Menurut riset Rumah.com melalui Indonesia Property Market Index, kuartal I/2020 menunjukkan bahwa permintaan properti di luar Jakarta seperti di Bandung mulai terasa. Adapun, kenaikan harga juga mulai terjadi menyusul permintaan yang meningkat, tetapi diimbangi oleh pasokan yang juga terus bertambah.

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan bahwa di Bandung, sebagai salah satu kota penyangga Jakarta bisa memiliki harga yang di atas rata-rata kota Bandung secara keseluruhan.

Selain di Bandung, wilayah Margonda Depok pada kuartal IV/2019 juga memiliki median harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata harga di Depok secara keseluruhan.

Namun, kenaikan harganya diimbangi oleh kenaikan pasok yang cukup signifikan sebesar 32 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Ini menunjukkan bahwa optimisme penjual properti masih tetap tinggi di daerah-daerah yang rata-rata harganya lebih tinggi. Hanya saja, suplai bergeser menjadi untuk kelas yang lebih rendah dengan jumlah suplai yang lebih banyak," katanya.

Adapun, kebanyakan tambahan suplai juga berasal dari sektor apartemen. Marine menuturkan, apartemen dilirik sebagai tren gaya hidup atau investasi. Letaknya yang lebih dekat dengan pusat kota menjadi nilai jual utama sebuah apartemen.

Namun, kini pembangunan infrastruktur yang makin merata juga membuat pencari hunian mulai mempertimbangkan kembali keinginan untuk beralih dari rumah tapak ke apartemen.

"Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol baru dan transportasi umum komuter membuat pencari hunian mulai mempertimbangkan kembali rumah tapak di lokasi pinggiran kota. Akses dan transportasi umum baru ini membuat jarak yang jauh tak lagi terlalu menjadi hambatan,” imbuh Marine.

Hal itu juga membuat penjual apartemen harus memformulasikan kembali nilai jual dan daya tariknya. Karena itu, untuk bersaing dengan rumah-rumah tapak di pinggiran kota, penyesuaian harga pun harus dilakukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top