Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lalu Lintas Jalan Tol Kian Menyusut, Ada yang Tinggal 20 Persen

Ada beberapa usulan untuk memberi insentif pada sektor jalan tol di tengah kondisi yang terdampak Covid-19.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 07 April 2020  |  18:43 WIB
Tol Semarang/Batang, Trans Jawa
Tol Semarang/Batang, Trans Jawa

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat masih mengkaji dampak ekonomi Covid-19 pada sektor jalan tol.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan diskusi terkait dampak yang dialami oleh sektor jalan tol termasuk terhadap lalu lintas harian rata-rata (LHR).

“[Adanya Covid-19] LHR turun sekitar 40 persen hingga 60 persen dari hari-hari normalnya, ini memengaruhi penghasilan BUJT [badan usaha jalan tol],” ujar Basuki dalam konferensi pers melalui video pada Selasa (7/4/2020).

Dia mengatakan bahwa berdasarkan data dari Asosiasi Jalan Tol Indonesia terjadi penurunan trafik jalan tol di beberapa ruas bahkan untuk ruas tol di area Jabodetabek penurunan terjadi hingga 50 persen.

“Penurunan mulai terjadi di minggu ketiga Maret, LHR ruas tol Jabodetabek 2,48 juta, padahal pada minggu ketiga Februari ada 3,15 juta. Pada minggu keempat Maret turun lagi 1,6 juta jika dibandingkan dengan minggu keempat Februari 3,11 juta. Jadi, hampir 50 persen,” jelasnya.

Selain itu, di ruas tol Trans-Jawa juga terjadi penurunan, pada pekan keempat Februari LHR tercatat 1,2 juta kendaraan, sedangkan pada pekan keempat Maret tercatat hanya 840.000 kendaraan. “Tadi saya tanya BPJT lagi, tinggal 20 persen LHR-nya,” ujarnya.

Basuki menambahkan terdapat beberapa usulan untuk memberikan insentif pada sektor jalan tol di tengah kondisi yang terdampak Covid-19.

Salah satu usulan tersebut adalah meminta relaksasi pembayaran kewajiban BUJT ke bank. Hal ini dikarenakan pendapatan jalan tol berkurang sekitar 60 persen sehingga menyebabkan kemampuan untuk membayar juga berkurang.

“Ada beberapa dampaknya yang masih kami diskusikan. Itu [ada] relaksasi, tapi belum kami proses, masih didiskusikan,” ujarnya.

Basuki menambahkan bahwa dampak lainnya yaitu terjadi perlambatan pembebasan lahan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Pasalnya, adanya pembatasan sosial menyebabkan kegiatan musyawarah atau kerumunan dibatasi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Perlambatan pembebasan lahan bukan karena uang, melainkan pembatasan kerumunan,” ujar Menteri PUPR.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar LMAN untuk melakukan percepatan pembayaran dana talangan tanah kepada BUJT.

Basuki mengatakan bahwa jalan tol juga menyesuaikan operasionalnya dengan protokol kesehatan untuk Covid-19, misalnya, untuk tempat peristirahatan atau rest area dilakukan physical distancing dan dilengkapi cairan pembersih tangan di beberapa titik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top