Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Batu Bara Tertekan, Pengusaha Ogah Tambah Produksi

Ketua Umum Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo mengatakan tekanan harga batu bara dan juga pandemi Covid -19 ini berdampak pada perusahaan tambang skala besar tidak akan menaikkan produksi.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 07 April 2020  |  11:46 WIB
Salah satu lokasi pertambangan batu bara di Kalimantan Timur. - JIBI/Rachmad Subiyanto
Salah satu lokasi pertambangan batu bara di Kalimantan Timur. - JIBI/Rachmad Subiyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Pengusaha batu bara skala besar diperkirakan tidak akan menaikkan produksi di tengah tekanan harga batu bara dan pandemi virus corona (Covid-19).

Ketua Umum Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo mengatakan tekanan harga batu bara dan juga pandemi Covid -19 ini berdampak pada perusahaan tambang skala besar tidak akan menaikkan produksi.

Para pengusaha ini akan memilih untuk  bertahan dan wait and see atas kondisi saat ini sampai berapa lama.

"Perusahaan besar dengan kondisi saat ini lebih mudah bertahan. Untuk perusahaan kecil, apalagi kualitas batu bara rendah akan berat sekali bertahan," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (7/4/2020).

Menurutnya, efisiensi korporasi harus menjadi pilihan di tengah kondisi sulit saat ini.

Selain itu, secara makro keseluruhan menghadapi kondisi yang sama sehingga dibutuhkan peran pemerintah untuk memberikan stimulus. "Ini harus mulai dipikirkan apapun bentuknya," ucapnya.

Menurutnya, dengan kondisi seperti ini jelas aktivitas eksplorasi akan berhenti. Perusahaan sebatas mempertahankan pasar dan market atas dasar cadangan terbukti yang dimiliki.

"Ke depan pemerintah harus mulai memberi perhatian bagaimana investasi eksplorasi dan aktivitas eksplorasi harus digalakkan kembali," tutur Singgih.

Untuk diketahui, Harga Batu bara Acuan (HBA) April kembali menurun menjadi US$65,77 per ton. HBA April ini menurun US$1,31 per ton dari Maret.

HBA di Januari 2020 US$65,93 per ton turun dari Desember 2019 sebesar US$66,30 per ton. HBA mengalami fluktuasi, naik di Februari US$66,89 per ton dan Maret mencapai US$67,08 per ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara harga batu bara
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top