Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dampak Corona ke Properti Mulai Signifikan pada Kuartal II/2020

Kinerja pasar properti pada kuartal pertama 2020 belum cukup memuaskan setelah lesunya industri ini sejak beberapa tahun belakangan.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 06 April 2020  |  16:07 WIB
Foto udara perumahan di kawasan Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (5/4/2020). Bisnis - Rachman
Foto udara perumahan di kawasan Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (5/4/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Pakar properti menyatakan bahwa secara keseluruhan kinerja sektor properti selama kuartal pertama 2020 masih cenderung stagnan cenderung normal.

Direktur Pusat Studi Properti Indonesia Panangian Simanungkalit menyatakan bahwa selama kuartal pertama tahun ini, sektor properti belum terlalu terpengaruh oleh sentimen negatif Covid-19 yang mulai meluas secara global mulai Januari 2020.

Adapun, virus yang telah menjadi pandemi ini mulai diumumkan Presiden Joko Widodo setelah adanya kasus pertama di Indonesia pada awal Maret 2020.

"[Secara keseluruhan] pengaruh negatif [ke sektor properti] dari wabah Covid-19 akan mulai terjadi pada kuartal kedua," tutur Panangian kepada Bisnis, Senin (6/4/2020).

Kinerja pasar properti pada kuartal pertama 2020 memang belum cukup memuaskan setelah lesunya industri ini sejak beberapa tahun belakangan. Situasi yang kurang kondusif ini menyebabkan para investor menahan diri sehingga menurunkan kinerja pasar properti dari sisi permintaan.

Menurutnya, jika ketidakpastian akibat corona ini masih terus berlangsung, kinerja sektor properti diproyeksikan merosot tajam pada kuartal kedua 2020.

"Kuartal kedua akan lebih jelek dibandingkan dengan kuartal pertama. Bahkan kuartal kedua kinerja pasar properti akan menurun setidaknya 30 persen hingga 40 persen dibandingkan dengan kinerja kuartal pertama," kata Panangian.

Lagi pula, saat ini pengembang properti juga masih sulit bergerak dalam hal penjualan lantaran adanya aturan pembatasan fisik dan imbauan kerja dari rumah.

Menurut Panangian, hal itu setidaknya dapat memengaruhi pasar properti baik dari sisi pasokan dan permintaan. Selain itu, adanya pemutusan hubungan kerja akibat Covid-19 juga bisa berpotensi menurunnya permintaan rumah untuk segmen menengah ke bawah.

Jika melihat kondisi saat ini, dia memprediksi pasar properti akan menguat kembali atau rebound setidaknya pada tahun depan. Lagi pula, pemulihan industri properti sebetulnya bisa terjadi pada tahun ini seandainya wabah Covid-19 tidak terjadi.

"Namun, saya yakin setelah bulan Juni, kita akan dapat membuat proyeksi apakah ada kemungkinan sektor properti akan mulai pulih pada akhir tahun ini atau kuartal keempat 2020," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Sulihin Widjaja mengatakan bahwa transaksi penjualan properti selama kuartal pertama 2020 masih berjalan baik sebelum corona mulai merebak di Tanah Air.

"Kinerja kuartal pertama masih lumayan karena kamai masih dapat transaksi pada Januari dan Maret awal. Sementata proyek primer, yang sudah NUP [nomor urut pemesanan] tetap berjalan saat pemilihan unit melalui video call dan berjalan dengan baik," katanya.

Sementara itu, dia mengaku bahwa para broker perlu bekerja keras dalam penjualan properti pada kuartal kedua 2020 mengingat kepedulian semua orang sudah berbeda di tengah ketidakpastian seperti saat ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar properti
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top