Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Kereta Cepat Berjalan Normal, Tetapi Akses Keluar-Masuk Proyek Diperketat

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) berjalan normal, tetapi dilakukan pengetatan dan pembatasan akses keluar-masuk area proyek.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 02 April 2020  |  09:00 WIB
Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa
Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) berjalan normal, tetapi dilakukan pengetatan dan pembatasan akses keluar-masuk area proyek.

Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra mengatakan bahwa upaya tersebut adalah untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) di lingkungan proyek KCJB.

"Kami juga meminta seluruh kontraktor Proyek KCJB benar-benar mengindahkan aturan pemerintah terkait pandemi ini. Teknisnya, masing-masing kontraktor diimbau melakukan screening kesehatan untuk seluruh karyawannya dan melaporkan kesehatan karyawan setiap hari,"katanya kepada Bisnis, Kamis (2/4/2020).

Kontrakror juga diminta dan telah menyediakan peralatan sanitasi seperti tempat cuci tangan dan sanitizer di dalam lingkungan proyek. Sedangkan untuk para pekerja dan tamu diwajibkan mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti masker dan sarung tangan.

"Kami mengimbau mereka untuk mencuci tangan sesering mungkin dan meminta para pekerja juga untuk lebih menjaga kebersihan, kesehatan dan kebugaran diri saat bekerja," imbuhnya.

Chandra pun menyampaikan saat ini proyek KCJB sudah berjalan normal atau kembali ke jadwal setelah sempat diberhentikan sementara oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) guna membenahi beberapa hal dalam konstruksi pascamusibah banjir pada awal tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat covid-19
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top