Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tertekan Harga Minyak, Pertamina EP Belum Revisi Rencana Kerja

Direktur Utama Pertamina Nanang Abdul Manaf mengatakan hingga saat ini pihaknya baru melakukan simulasi dengan berbagai parameter keekonomian, seperti harga minyak Indonesia (ICP), kurs, capital expenditure dan eperating expenditure, serta implikasinya terhadap produksi
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 01 April 2020  |  18:39 WIB
Petugas memeriksa pengoperasian Rig (alat pengebor) elektrik D-1500E di Daerah operasi pengeboran sumur JST-A2 Pertamina EP Asset 3, Desa kalentambo, Pusakanagara, Subang, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). -  ANTARA / M Ibnu Chazar
Petugas memeriksa pengoperasian Rig (alat pengebor) elektrik D-1500E di Daerah operasi pengeboran sumur JST-A2 Pertamina EP Asset 3, Desa kalentambo, Pusakanagara, Subang, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / M Ibnu Chazar

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina EP menyatakan belum merevisi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) tahun ini kendati harga minyak saat ini berada pada level yang sangat rendah.

Direktur Utama Pertamina Nanang Abdul Manaf mengatakan hingga saat ini pihaknya baru melakukan simulasi dengan berbagai parameter keekonomian, seperti harga minyak Indonesia (ICP), kurs, capital expenditure dan eperating expenditure, serta implikasinya terhadap produksi.

Hal itu disiapkan perseroan jika nantinya harga minyak dunia tak kunjung membaik. Hingga saat ini, pihaknya masih mengerjakan rencana kerja dengan biaya yang lebih efisien.

[Revisi] kalau kondisi ini berjalan sampai akhir semester I/2020,” katanya kepada Bisnis, Rabu (1/4/2020).

Nanang mengungkapkan, kondisi harga minyak pada level US$20 per barel baru berjalan selama satu bulan terakhir, sehingga belum mencerminkan kondisi profil sepanjang tahun ini.

Namun, dalam tiga bulan terakhir, ICP berada di bawah asumsi US$63 per barel yang bisa mempengaruhi kinerja kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

“Artinya kalau kondisi tidak membaik tentu akan mengurangi pendapatan dan laba, baik dari segi pemerintah maupun kontraktor,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina ep
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top