Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gara-Gara Corona, Garuda Pangkas Rute Domestik dan Internasional

Irfan tidak akan menyetop operasional maskapai, kecuali terdapat larangan oleh pemerintah dalam negeri, pemerintah regional, hingga pemerintah negara internasional yang dituju.
  Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menjadi narasumber diskusi bertema Semangat Baru Garuda di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1/2020)./Antara
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menjadi narasumber diskusi bertema Semangat Baru Garuda di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1/2020)./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) mengakui adanya sejumlah pemangkasan baik rute domestik maupun internasional dengan meluasnya pandemi virus corona (Covid-19).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra tak mengelak penyesuaian rute dan jadwal penerbangan dilakukan dengan melihat bisnis dan sentimen masyarakat untuk bepergian yang tak menentu dalam kondisi saat ini. Emiten berkode GIAA tak menyebutkan secara pasti pemangkasan yang dilakukan, tetapi tidak menampik jumlah penumpangnya turun hingga lebih dari 40 persen dalam kondisi saat ini.

“Kami pastikan seengaknya masih terbang termasuk kalau paling jeleknya seminggu sekali pun masih terbang. Kami meminta kepada pelangaan untuk memahami," kata Irfan kepada Bisnis.com, Selasa (31/3/2020).

Maskapai layanan penuh tersebut membeberkan akan kembali memangkas rute ke Singapura menjadi hanya dua penerbangan per hari. Setelah pada mulanya memiliki sebelas penerbangan per hari dan telah dikurangi menjadi lima hingga tiga penerbangan per hari.

Awal April 2020, GIAA juga akan memangkas penerbangan dari dan menuju Amsterdam dari seminggu enam kali menjadi empat kali. Namun, sejumlah rute juga masih dipertahankan. Sejalan dengan rute internasional, penyesuaian juga dilakukan bagi rute domestik di sejumlah kota.

Sejauh ini, Irfan memastikan tak akan menyetop operasional maskapai, kecuali terdapat larangan oleh pemerintah dalam negeri, pemerintah regional, hingga pemerintah negara internasional yang dituju.

"Semaksimal mungkin kami nggak ubah jadwal rutenya, tetapi kalau terlalu kosong juga akan menjadi tidak pas. Jadi memang harus kami pantau terus, kalau perlu kita kurangi kalau perlu tambah ya tambah,” jelasnya.

Maskapai pelat merah tersebut belum menghentikan operasionalnya karena tak hanya mempertimbangkan kepentingan bisnis. Menurutnya, justru akan menjadi persoalan ketika masyarakat yang memiliki kepentingan bepergian justru tidak bisa dilayani.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper