Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gara-Gara Corona, Garuda Pangkas Rute Domestik dan Internasional

Irfan tidak akan menyetop operasional maskapai, kecuali terdapat larangan oleh pemerintah dalam negeri, pemerintah regional, hingga pemerintah negara internasional yang dituju.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  13:24 WIB
 Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menjadi narasumber diskusi bertema Semangat Baru Garuda di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1/2020). - Antara
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menjadi narasumber diskusi bertema Semangat Baru Garuda di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) mengakui adanya sejumlah pemangkasan baik rute domestik maupun internasional dengan meluasnya pandemi virus corona (Covid-19).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra tak mengelak penyesuaian rute dan jadwal penerbangan dilakukan dengan melihat bisnis dan sentimen masyarakat untuk bepergian yang tak menentu dalam kondisi saat ini. Emiten berkode GIAA tak menyebutkan secara pasti pemangkasan yang dilakukan, tetapi tidak menampik jumlah penumpangnya turun hingga lebih dari 40 persen dalam kondisi saat ini.

“Kami pastikan seengaknya masih terbang termasuk kalau paling jeleknya seminggu sekali pun masih terbang. Kami meminta kepada pelangaan untuk memahami," kata Irfan kepada Bisnis.com, Selasa (31/3/2020).

Maskapai layanan penuh tersebut membeberkan akan kembali memangkas rute ke Singapura menjadi hanya dua penerbangan per hari. Setelah pada mulanya memiliki sebelas penerbangan per hari dan telah dikurangi menjadi lima hingga tiga penerbangan per hari.

Awal April 2020, GIAA juga akan memangkas penerbangan dari dan menuju Amsterdam dari seminggu enam kali menjadi empat kali. Namun, sejumlah rute juga masih dipertahankan. Sejalan dengan rute internasional, penyesuaian juga dilakukan bagi rute domestik di sejumlah kota.

Sejauh ini, Irfan memastikan tak akan menyetop operasional maskapai, kecuali terdapat larangan oleh pemerintah dalam negeri, pemerintah regional, hingga pemerintah negara internasional yang dituju.

"Semaksimal mungkin kami nggak ubah jadwal rutenya, tetapi kalau terlalu kosong juga akan menjadi tidak pas. Jadi memang harus kami pantau terus, kalau perlu kita kurangi kalau perlu tambah ya tambah,” jelasnya.

Maskapai pelat merah tersebut belum menghentikan operasionalnya karena tak hanya mempertimbangkan kepentingan bisnis. Menurutnya, justru akan menjadi persoalan ketika masyarakat yang memiliki kepentingan bepergian justru tidak bisa dilayani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia Virus Corona
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top