Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rumah dengan Infrastruktur Lengkap Permudah Work from Home

Dengan fasilitas dan infrastruktur yang memadai, tingkat produktivitas dalam bekerja akan terjaga meski dilakukan di rumah.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  04:10 WIB
Karyawan beraktivitas di sebuah gedung perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta hingga Rabu (18/3), sebanyak 21.589 orang dari 220 perusahaan telah melaksanakan bekerja di rumah atau Work from Home (WFH). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Karyawan beraktivitas di sebuah gedung perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta hingga Rabu (18/3), sebanyak 21.589 orang dari 220 perusahaan telah melaksanakan bekerja di rumah atau Work from Home (WFH). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA — Pandemi virus corona telah membuat pemerintah meminta masyarakat untuk sebisa mungkin beraktivitas di rumah, termasuk bekerja. Meski ada perubahan rutinitas hidup, tapi Work from Home (WfH) bisa dijalani dengan mudah jika rumah dilengkapi fasilitas dan infrastruktur yang memadai.

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengungkapkan bagi mereka yang sehari-hari sibuk di luar, maka WfH mengubah peran rumah bagi yang bersangkutan. Rumah tidak lagi hanya menjadi tempat singgah untuk istirahat dan mandi, tapi juga untuk melakukan segala aktivitas harian.

“Oleh karena itu, di antara kita mungkin jadi berpikir lagi mengenai peran rumah dalam kehidupan sehari-hari. Bayangan tentang rumah ideal makin terbentuk dengan jelas. Jadi, kalau saat ini masih tinggal di hunian sewa, mungkin sudah saatnya berpikir untuk membeli rumah yang tepat,” jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Minggu (29/3/2020).

Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) kuartal I/2020 mengungkapkan secara keseluruhan, pasar properti 2020 akan terus menjadi saat yang tepat bagi konsumen untuk membeli properti. Pembeli akan dimanjakan dengan serangkaian pilihan dengan harga yang kompetitif dan memiliki posisi lebih tinggi untuk bernegosiasi, serta mendapatkan harga yang lebih rendah atau mendapatkan diskon dan bonus tambahan.

“Jadi, dari segi harga sebetulnya sudah mulai pulih dari kuartal IV/2019. Hanya saja, dampak pandemi corona ini akan menggeser periode pemulihan tersebut,” ungkap Marine.

Adapun Rumah.com Consumer Sentiment Study menerangkan hunian yang mendukung produktivitas bekerja dari rumah adalah yang memiliki infrastruktur dan fasilitas di area hunian. Pasalnya, ketika diputuskan untuk bekerja dari rumah, tentunya akan ada dilema yang dihadapi.

Marine menuturkan salah satu hal penting yang mesti disiapkan adalah koneksi internet yang stabil agar jangan sampai pekerjaan tidak selesai karena adanya gangguan koneksi internet. Koneksi internet yang stabil sangat penting karena rapat yang biasanya dilakukan secara tatap muka, kini harus dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi telekonferensi. 

Agar bisa bekerja dari rumah dengan baik, memiliki ruang kerja sendiri juga bisa lebih memudahkan dalam meningkatkan produktivitas.

“Dengan adanya ruang kerja pribadi, pekerja bisa menyimpan segala berkas yang berhubungan dengan pekerjaan agar tidak tercampur dengan barang-barang lain di rumah,” sambungnya.

Meski saat ini kebijakan WfH di Indonesia berlaku sementara, tapi tak tertutup kemungkinan nantinya akan menjadi tren. Jika hal ini terjadi, maka pekerja diperkirakan bersedia hidup lebih jauh dari pusat kota asalkan mendapat dukungan infrastruktur dan fasilitas yang memadai.

“Jika industri properti bisa kembali bangkit setelah pandemi ini selesai, diharapkan dengan berbagai dukungan stimulus dari pemerintah bisa ikut mendongkrak industri lainnya karena industri properti memiliki dampak turunan terhadap lebih dari 170 industri terkait,” sebut Marine.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti Virus Corona
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top