Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari Mencapai 85 Persen

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1,34 kilometer bertujuan untuk memperlancar konektivitas antarwilayah.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  13:07 WIB
Progres pembangunan Jembatan Teluk Kendari hingga 10 Maret 2020 telah mencapai 85,1 persen - Kementerian PUPR.
Progres pembangunan Jembatan Teluk Kendari hingga 10 Maret 2020 telah mencapai 85,1 persen - Kementerian PUPR.

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah berupaya menyelesaikan pembangunan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1,34 kilometer yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Kota Lama dan Kecamatan Poasia di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hingga 10 Maret 2020, progres konstruksi proyek tersebut telah mencapai 85,1persen. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa konektivitas antarwilayah diperlukan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien. Diharapkan, dengan konektivitas yang semakin lancar diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sehingga dapat membantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

"Pembangunan infrastruktur jembatan, flyover dan underpass akan memperlancar konektivitas dan aksesibilitas lalu lintas, di samping memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (26/3/2020).

Diketahui, pemerintah telah mencanangkan pembangunan Pelabuhan New Port Bungkutoko seluas 66 hektare di kawasan pelabuhan di Pulau Bungkutoko yang menjadi bagian pengembangan Kota Kendari. Kawasan pelabuhan ini merupakan pindahan dari pelabuhan lama di kawasan Kota Lama.

Pelabuhan Bungkutoko diproyeksikan menjadi pintu masuk bagi komoditi dari dan ke luar Kota Kendari maupun Provinsi Sulawesi Tenggara dengan adanya rencana pembangunan kawasan industri penunjang seluas 26 hektare.

Di area pelabuhan juga akan dibangun terminal antarmoda seluas 20 hektare, terminal multifungsi 32 hektare, terminal penumpang 23 hektare, dan kawasan mangrove seluas 24 hektare.

Selain mendukung aksesibilitas pelabuhan baru, Jembatan Teluk Kendari juga akan meningkatkan konektivitas jalan nasional dan jalan lingkar luar (Outer Ring Road) Kota Kendari.

Berdasarkan road map, panjang pembangunan jalan lingkar luar sekitar 40 kilometer yang menghubungkan Kota Kendari dengan Kabupaten Konawe.

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari dilaksanakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari Ditjen Bina Marga. Konsorsium kontraktor adalah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. dan PT Nindya Karya (Persero) dengan biaya APBN sebesar Rp809 miliar melalui skema kontrak tahun jamak (MYC) 2015-2020.

Dengan adanya Jembatan Teluk Kendari maka waktu tempuh yang dibutuhkan hanya sekitar 5 menit untuk menyeberangi Teluk Kendari dari yang semula sekitar 30 menit menggunakan kapal feri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jembatan proyek infrastruktur Kementerian PUPR
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top