Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hari Raya Nyepi, Bandara Ngurah Rai Setop Beroperasi 24 Jam

Keputusan tersebut dilakukan untuk menghormati umat Hindu di Bali agar dapat melaksanakan ibadah secara khusyuk pada Hari Raya Nyepi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  15:18 WIB
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) akan menghentikan operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali selama 24 jam pada Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1942/2020 Masehi.

General Manager AP I Bandara I Gusti Ngurah Rai Herry A.Y. Sikado mengatakan penghentian operasional akan dilaksanakan terhitung mulai dari Rabu (25/3/2020) pukul 06.00 WITA dan akan kembali beroperasi secara normal pada Kamis (26/3/2020) pukul 06.00 WITA.

"Selama penghentian operasional tersebut, bandara tidak melayani seluruh penerbangan baik rute domestik maupun penerbangan dengan rute internasional," kata Herry, Selasa (24/3/2020).

Dia mengaku keputusan tersebut dilakukan untuk menghormati umat Hindu di Bali agar dapat melaksanakan ibadah secara khusyuk pada Hari Raya Nyepi.

Selama 24 jam pemberhentian operasional, lanjutnya, terdapat 386 jadwal penerbangan yang tidak beroperasi. Dari data itu, sebanyak 272 penerbangan merupakan rute domestik, sedangkan 114 penerbangan adalah rute internasional.

Garuda Indonesia, tercatat menjadi maskapai dengan jumlah penerbangan terbanyak yang tidak beroperasi dengan total penerbangan sebanyak 78 penerbangan. Kemudian, Lion Air dan Indonesia AirAsia menyusul dengan masing-masing 57 dan 52 penerbangan yang tidak beroperasi.

Adapun, untuk rute domestik, penerbangan dari atau ke Bandara Soekarno-Hatta menjadi rute dengan jumlah penerbangan tidak beroperasi terbanyak, yaitu dengan jumlah 107 penerbangan, kemudian disusul rute dari/ke Bandara Juanda di Surabaya dan Bandara Lombok Praya, masing-masing dengan 32 dan 22 penerbangan.

Sementara untuk rute internasional, tiga besar rute dengan jumlah penerbangan yang tidak beroperasi adalah rute dari/ke Bandara Changi Singapura dengan 34 penerbangan, serta dua bandara di Australia yaitu, Bandara Perth dan Bandara Melbourne masing-masing 12 dan 10 penerbangan.

"Seluruh maskapai yang beroperasi dengan penerbangan berjadwal telah melakukan penyesuaian, tentunya dengan tidak melakukan penjualan tiket penerbangan dari dan ke Bali saat Hati Raya Nyepi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nyepi angkasa pura i

Sumber : Antara

Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top