Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Langkahi Kongres, The Fed Tawarkan Pinjaman Langsung untuk Korporasi

Langkah tersebut dilaksanakan tanpa mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Kongres Amerika Serikat yang tengah membahas upaya yang sama.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  07:37 WIB
Seorang pria berjalan melewati Federal Reserve Bank di Washington, D.C., AS. -  REUTERS / Kevin Lamarque
Seorang pria berjalan melewati Federal Reserve Bank di Washington, D.C., AS. - REUTERS / Kevin Lamarque

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) meluncurkan kebijakan terbaru untuk menekan pengaruh wabah virus corona terhadap perekonomian dengan menawarkan pembiayaan langsung kepada perusahaan-perusahaan yang terdampak wabah ini.

Langkah tersebut dilaksanakan tanpa mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Kongres Amerika Serikat yang tengah membahas upaya yang sama.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (24/3/2020), saat ini para anggota Kongres AS tengah berdiskusi dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin untuk melakukan pembiayaan terhadap perusahaan di AS yang terdampak wabah virus corona.

Kebijakan The Fed yang akan menjangkau korporasi dan juga usaha kecil ini menggambarkan dampak signifikan dari wabah virus corona terhadap perekonomian AS.

Kepala Ekonom Pantheon Macroeconomics Ian Sheperdson mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah besar bagi The Fed yang ingin memastikan sektor bisnis tetap dapat berjalan ditengah terhentinya kegiatan ekonomi lain saat ini.

“Dengan kebijakan ini, The Fed menempatkan diri sebagai jalan terakhir lembaga pemberi pinjaman langsung bagi seluruh kegiatan ekonomi, bukan hanya dari sisi keuangan saja,” katanya dikutip dari Bloomberg pada Selasa (24/3/2020).

Salah satu poin dalam kebijakan ini adalah Primary Market Corporate Credit Facility. Pada insentif ini, The Fed akan membeli obligasi langsung dari perusahaan yang menerbitkan atau memberikan perushaan tersbut pinjaman.

Bank Sentral juga akan memberikan batasan terhadap program pembelian kembali (buyback) saham atau pembagian dividen apabila perusahaan penerima bantuan memilih untuk tidak membayarkan kredit pinjaman yang telah diberikan.

Eks Gubernur The Fed Laurence Meyer mengatakan, kebijakan tersebut dinilai dapat menekan angka pengangguran di AS. Hal tersebut karena insentif ini memungkinkan perusahaan tetap dapat berjalan sehingga para karyawan tidak kehilangan pekerjaannya akibat dampak dari wabah ini.

Meski demikian, sejumlah pihak menyebut kebijakan ini melangkahi kewenangan The Fed. Eks Presiden The Fed di negara bagian Minneapolis Narayana Kocherlakota menuturkan, kebijakan The Fed merupakan hal yang tidak termaafkan karena telah melangkahi Kongres AS sebagai lembaga legislatif.

Sementara itu, mantan Deputi Gubernur Bank of England Paul Tucker menambahkan keputusan The Fed untuk melangkahi proses politik akan menimbulkan masalah bagi Gubernur The Fed Jerome Powell dan para pejabat lainnya di kemudian hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kebijakan The Fed federal reserve
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top