Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Patuhi Imbauan Jaga Jarak, MRT Jakarta Ubah Layanan

pergerakan penumpang MRT dari hari ke hari terus mengalami penurunan hingga menjadi hanya 24.000 orang pada 20 Maret 2020.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Maret 2020  |  19:41 WIB
Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) melintas di Jakarta, Minggu (18/8/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) melintas di Jakarta, Minggu (18/8/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) kembali mengubah kebijakan layanannya mulai Senin (23/3/2020), sebagai bentuk dukungan penuh terhadap upaya penyebaran virus Corona (Covid-19).

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin mengatakan pemerintah sebelumnya telah mengimbau masyarkat untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah guna menghambat penyebaran virus asal Wuhan tersebut.

"Perubahan ini juga didasarkan pada evaluasi dalam tiga hari terakhir," kata Kamaluddin, Sabtu (21/3/2020).

Dia menjelaskan pergerakan penumpang MRT dari hari ke hari terus mengalami penurunan. Secara berturut-turut sejak 18 Maret 2020, rata-rata jumlah penumpang MRT per hari sebanyak 32.000, 28.000, dan 24.000 orang.

Pihaknya menuturkan jika dibandingkan pada kondisi normal yang mencapai 100.000 penumpang per hari, maka penurunan jumlah penumpang pasca imbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah sangat signifikan.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka terhitung mulai Senin 23 Maret 2020, kebijakan layanan MRT Jakarta menjadi sebagai berikut:

1. Jam operasional pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

2. Jarak antar kereta (headway) yaitu:
a. Tiap 5 menit untuk jam sibuk (07.00 WIB – 09.00 WIB dan 17.00 WIB – 19.00 WIB)
b. Tiap 10 menit untuk jam non sibuk (09.00 WIB – 17.00 WIB dan 19.00 WIB – 20.00
WIB).

3. Pengetatan penerapan personal hygiene dan social distancing.

4. Pengelolaan antrean penumpang yang baik.

5. Pembatasan jumlah penumpang 60 orang per kereta (gerbong) atau 360 orang per satu rangkaian kereta.

Kamaluddin menuturkan perusahaan juga akan tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran virus Corona, seperti pemeriksaan suhu tubuh calon penumpang dan penyediaan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di seluruh stasiun.

"Kami mengimbau calon penumpang untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan, membatasi bepergian hanya untuk kebutuhan mendesak, dan kenakan masker jika dalam kondisi kurang sehat/sakit," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Rio Sandy Pradana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top