Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyaluran FLPP Mencapai Rp861 Miliar untuk 8.550 Unit Rumah

Nilai tersebut mampu diserap 8.550 unit rumah dan diklaim terus meningkat jika dibandingkan sejak Januari dan Februari 2020 yang hanya menyalurkan masing-masing sebanyak 32 unit dan 3.192 unit rumah.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 20 Maret 2020  |  08:34 WIB
Foto udara perumahan bersubsidi di Griya Panorama Cimanggung, Parakan Muncang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2020). Organisasi Real Estate Indonesia (REI) menyatakan, kuota rumah subsidi yang disalurkan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Properti (FLPP) sebanyak 86.000 unit rumah diperkirakan akan habis pada April 2020. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Foto udara perumahan bersubsidi di Griya Panorama Cimanggung, Parakan Muncang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2020). Organisasi Real Estate Indonesia (REI) menyatakan, kuota rumah subsidi yang disalurkan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Properti (FLPP) sebanyak 86.000 unit rumah diperkirakan akan habis pada April 2020. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat bahwa penyaluran subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan mencapai Rp861,43 Miliar per Kamis (19/3/2020) kemarin.

Nilai tersebut mampu diserap 8.550 unit rumah dan diklaim terus meningkat jika dibandingkan sejak Januari dan Februari 2020 yang hanya menyalurkan masing-masing sebanyak 32 unit dan 3.192 unit rumah.

Adapun, nilai subsidi FLPP tahun ini sebesar Rp11 triliun yang terdiri dari Rp9 triliun Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2020 dan Rp2 triliun dari pengembalian pokok untuk memfasilitasi 102.500 unit rumah. 

Direktur Utama PPDPP Kementerian PUPR Arief Sabaruddin dalam keterangan tertulisnya mengatakan terobosan pemerintah menciptakan aplikasi SiKasep dalam penyaluran FLPP tidak lain adalah bentuk dukungan penuh pemerintah untuk memastikan ketepatan sasaran penyaluran FLPP kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Melalui aplikasi SiKasep, maka penyaluran FLPP dapat terpantau dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Arief Sabaruddin, Jumat (20/3/2020).

Arief mengatakan bahwa anggaran Rp11 triliun tersebut akan dapat didistribusikan dengan baik kepada seluruh mitra bank pelaksana penyalur FLPP hingga akhir tahun 2020.

Namun, hal itu dengan pertimbangan kuota yang merata tiap bank pelaksana sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan berdasarkan data yang disajikan pada aplikasi SiKasep. 

Dia mengaku bahwa pihaknya juga selama ini masih menemukan permasalahan seputar perumahan berdasarkan aduan yang diterima dari masyarakat. Permasalahan tersebut disinyalir dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Hal ini dengan mengatasnamakan rumah subsidi dari pemerintah antara lain seperti rumah yang tidak memenuhi kriteria sesuai ketetapan pemerintah, penyalahgunaan data pribadi, dan lain sebagainya.

Hanya saja, melalui aplikasi SiKasep, Arief mengklaim bahwa pemerintah dapat lebih mudah memantau sebaran maupun kebutuhan hunian berdasarkan data yang diperoleh langsung dari masyarakat sehingga ke depan dapat menjadi acuan dalam membuat suatu kebijakan. 

"Hal ini juga untuk mengantisipasi adanya over ketersediaan rumah yang dibangun di lokasi yang tidak sesuai dengan harapan MBR," ujar Arief.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

flpp rumah bersubsidi Kementerian PUPR
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top