Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemodalan Masih Jadi Tantangan Industri Galangan Kapal

Industri galangan kapal perlu mendapat perhatian dari pemerintah dalam pengembangan industri perkapalan, salah satunya adalah adanya bantuan mengenai pendanaan proses produksi.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 20 Maret 2020  |  08:45 WIB
Foto udara suasana pembangunan kawasan galangan kapal di pelabuhan ikan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (14/2/2020). ANTARA FOTO - Dedhez Anggara
Foto udara suasana pembangunan kawasan galangan kapal di pelabuhan ikan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (14/2/2020). ANTARA FOTO - Dedhez Anggara

Bisnis.com, JAKARTA – Iklim investasi yang kondusif merupakan syarat mutlak yang wajib menjadi perhatian pemerintah mendukung kesinambungan operasional dan produktivitas sektor industri perkapalan nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku pihaknya bersama para pemangku kepentingan terkait, senantiasa proaktif untuk mendukung kemajuan industri galangan kapal di Tanah Air dengan mengeluarkan program dan kebijakan strategis.

Kendati demikian, saat ini industri galangan kapal perlu mendapat perhatian dari pemerintah dalam pengembangan industri perkapalan, salah satunya adalah adanya bantuan mengenai pendanaan proses produksi.

Sebab, selain padat karya dan padat teknologi, karakteristik industri galangan kapal juga padat modal.

“Dalam membangun kapal, mereka membutuhkan biaya yang sangat besar, sementara proyeknya tidak bisa dijadikan jaminan oleh pihak bank,” katanya, dalam keterangan pers yang dikutip dari situs Kemenperin, Jumat (20/3/2020).

Menurutnya, telah terjadi peningkatan jumlah galangan kapal menjadi lebih dari 250 perusahaan dengan kapasitas produksi yang mencapai sekitar 1 juta tonase bobot mati (dead weight tonnage/DWT) per tahun untuk bangunan baru dan hingga 12 juta DWT per tahun untuk reparasi kapal.

“Ke depan, kami berharap kapasitas produksi untuk bangunan baru maupun reparasi kapal dapat terus ditingkatkan,” tegas Menperin.

Hal ini menjadi penting mengingat industri perkapalan atau galangan kapal merupakan salah satu sektor strategis dan mempunyai peran vital untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, guna mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Sementara itu, Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mengharapkan perbaikan mekanisme lelang proyek pengerjaan kapal.

Ketua Iperindo Eddy Kurniawan Logam mengatakan selain dukungan pendanaan, pihaknya juga mengharapkan adanya transparansi dan persiapan tender yang lebih baik.

“Untuk menggarap tender kapal 17.500 DWT kita itu mampu, Cuma memang galangan yang siap di bawah 10 perusahaan,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenperin galangan kapal galangan kapal Agus Gumiwang
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top