Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenhub Tidak Siapkan Skenario Lockdown

Presiden Joko Widodo telah memutuskan untuk tidak melakukan karantina wilayah kendati sejumlah negara lainnya termasuk Malaysia mulai melakukannya
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  19:13 WIB
Kemenhub Tidak Siapkan Skenario Lockdown
Gedung Kementerian Perhubungan. - Dok. Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan tidak mau berspekulasi terhadap antisipasi kebijakan karantina wilayah (lockdown) yang mungkin nantinya diterapkan oleh pemerintah pusat dalam mengantisipasi penyebaran virus corona.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan Presiden Joko Widodo telah memutuskan untuk tidak melakukan karantina wilayah kendati sejumlah negara lainnya termasuk Malaysia mulai melakukannya. Kementerian juga tidak mau terlalu dini menyiapkan skenario tersebut.

“Kami tidak ingin berspekulasi karena Presiden kemarin kan juga menyatakan tidak ada lockdown,” jelasnya, Selasa (17/3/2020).

Presiden Jokowi telah menegaskan tak berpikir untuk melakukan kebijakan lockdown atau menghentikan total pergerakan manusia. Beberapa negara telah menerapkan lockdown untuk mencegah penyebaran virus.

"Tidak ada kita berpikir ke arah kebijakan lockdown," tegasnya di Istana, Senin (16/3/2020).

Jokowi menggarisbawahi pemerintah saat ini berupaya mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain, menjaga jarak dan mengurangi kerumunan orang yang membawa risiko besar penyebaran Covid-19.

Mendagri Tito Karnavian menegaskan pesan presiden Jokowi bahwa karantina wilayah atau lockdown merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Virus Corona
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top