Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menohok, Ini Respons Susi Usai Disindir Mahfud MD Soal Natuna

Pemilik PT ASI Pudjiastuti Aviation ini juga meminta Mahfud untuk membagikan bukti foto dari pernyataan yang dimaksud.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 13 Maret 2020  |  11:27 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memaparkan informasi mengenai penangkapan empat Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam di Laut Natuna Utara saat konferensi pers di Bandung, Jawa Barat, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Rachman
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memaparkan informasi mengenai penangkapan empat Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam di Laut Natuna Utara saat konferensi pers di Bandung, Jawa Barat, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan informasi detil mengenai kapal swasta yang mangkrak di Natuna.

Berdasarkan akun Twitter resminya yang dikutip Bisnis.com, Jumat (13/3/2020), Susi membagikan sebuah artikel berita daring yang berisi pernyataan Mahfud mengenai kapal besar milik pedagang swasta banyak yang mangkrak di Laut Natuna Utara atau perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Menurut Mahfud, hal tersebut terjadi karena adanya kebijakan larangan melakukan penangkapan ikan di laut tertentu ketika Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 itu menjabat.

Pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kebijakan Susi terkait dengan pelarangan kapal-kapal tertentu di perairan Natuna. "Sekarang sedang di-review semua. Mungkin dulu kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Bu Susi bagus, pada saat itu," kata Mahfud.

Menanggapi pernyataan Mahfud, Susi tidak tinggal diam. Dia langsung mencuitkan tweet untuk menanyakan kejelasan kapal-kapal besar mangkrak yang dimaksud.

Tak hanya itu, masih dalam cuitan yang sama, pemilik PT ASI Pudjiastuti Aviation ini juga meminta Mahfud untuk membagikan bukti foto dari pernyataan yang dimaksud.

"Kapal yang mana?? Dua kapal Tiongkok yang kita musnahkan dengan dikandaskan?? Atau kapal-kapal Vietnam yang sudah disita, tapi belum dimusnahkan?? Ada fotonya?" tulis Susi, Kamis (13/3/2020).

Sebelumnya, Susi pernah menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 56/2014 tentang Penghentian Sementara (Moratorium) Perizinan Usaha Perikanan Tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Di samping itu, ada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 57/2015 tentang Penghentian Sementara (Moratorium) Kapal Eks Asing dan Palarangan Transhipment.

Peraturan tersebut membatasi ukuran kapal tangkap yakni 150 Gross Tonnage (GT), dan kapal angkut 200 GT, bukan melarang nelayan Indonesia untuk melaut di Natuna. Tujuannya, menyeleksi dan memberi kesempatan nelayan kecil untuk bersaing, karena kapal asing yang beroperasi di ZEE berbobot besar dan bersenjatakan pukat harimau.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahfud md kkp Susi Pudjiastuti
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top