Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Alokasi Impor Gula Kembali Ditambah 550.000 Ton

Pemerintah menambah alokasi impor gula mentah untuk gula kristal putih atau konsumsi. Langkah itu diambil guna mengamankan pasokan hingga ramadan dan lebaran tahun ini.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 13 Maret 2020  |  16:17 WIB
Karyawan bekerja di dalam gudang penyimpanan stok gula pasir milik PT Rejoso Manis Indo (RMI) di Blitar, Jawa Timur, Senin (9/3/2020). Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menyatakan harga gula secara nasional berangsur naik hingga mencapai Rp16.550 per kilogram sejak Jumat (6/3/2020) kemarin, dari harga acuan yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 12.500 per kilogram. ANTARA FOTO - Irfan Anshori
Karyawan bekerja di dalam gudang penyimpanan stok gula pasir milik PT Rejoso Manis Indo (RMI) di Blitar, Jawa Timur, Senin (9/3/2020). Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menyatakan harga gula secara nasional berangsur naik hingga mencapai Rp16.550 per kilogram sejak Jumat (6/3/2020) kemarin, dari harga acuan yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 12.500 per kilogram. ANTARA FOTO - Irfan Anshori

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa alokasi impor gula untuk konsumsi bakal ditambah untuk memastikan pasokan sampai Juni mendatang.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi terbaru, tambahan alokasi diperkirakan akan bertambah 550.000 ton.

"Impor gula akan kita ditambah 550.000 ton dan akan masuk bertahap," katanya, Jumat (13/3/2020).

Menyitir risalah rapat koordinasi di tingkat Kementerian Koordinator Perekonomian yang diterima Bisnis, selama periode Oktober—Desember 2019, pemerintah telah menerbitkan persetujuan impor (PI) sebesar 252.630 ton GM untuk lima perusahaan. Jumlah tersebut telah terealisasi 100 persen sampai awal tahun.

Pemerintah pun kembali menerbitkan persetujuan impor pada 19 Februari 2020 dengan volume 35.000 ton. Sampai 6 Maret 2020, total persetujuan impor yang dikeluarkan berjumlah 216.172 ton dan diberikan kepada 8 perusahaan. Jika dikalkulasi dengan rencana importasi terbaru, maka total impor yang akan masuk dapat mencapai 1,01 juta ton.

Agus mengatakan bahwa stok gula yang terdata oleh Kemendag dan tersebar di gudang-gudang distributor di seluruh Indonesia saat ini hanya berjumlah 159.000 ton. Dia menyatakan bakal ada tambahan pasokan gula impor yang masuk pada akhir Maret ini sebesar 216.000 ton dan 252.000 ton pada April mendatang.

"Jadi sampai Agustus nanti, target kita stok gula yang ada sekitar 670.000 ton Tentu impor kita sesuaikan dengan waktu panen gula tebu di dalam negeri," kata Agus.

Terkait kenaikan harga gula yang terpantau terjadi dalam beberapa pekan terakhir, Agus mengemukakan bahwa pemerintah telah menerjukan tim Satgas Pangan. Pengecekan di setiap gudang gula disebutnya bakal dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan.

Ditemui terpisah, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto menyebutkan bahwa stok yang tersedia saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga minggu. Dia pun memastikan tambahan impor tak akan terlambat karena proses pengolahan gula mentah menjadi gula kristal putih (GKP) hanya membutuhkan waktu dua sampai tiga hari.

Keputusan menambah alokasi impor ini pun disebut Suhanto tak lepas dari perkiraan giling tebu lokal tahun ini yang diperkirakan mundur.

"Ini biar aman stok gula sampai bulan Juni. Karena musim giling mundur, jadi kita antisipasi," kata Suhanto.

Untuk negara pemasok gula, Suhanto mengatakan hal ini akan tergantung pada keputusan importir. Namun berdasarkan arahan dari Menteri Perdagangan, sebagian impor diharapkan dapat dipasok dari India mengingat kedua negara telah menyepakati kesepakatan dagang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gula impor gula lebaran
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top