Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembang 'Pede' Hadapi Banjir dan Corona

Masalah yang menghantui Jakarta akhir-akhir ini, virus corona dan banjir, tak membuat masyarakat mengurungkan membeli atau menyewa unit yang disediakan developer. Terlebih, dua peristiwa itu tak terjadi sepanjang tahun.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 08 Maret 2020  |  15:58 WIB
Sejumlah pekerja beraktivitas di Proyek Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020). ANTARA FOTO -  Fakhri Hermansyah
Sejumlah pekerja beraktivitas di Proyek Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020). ANTARA FOTO - Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar rumah sekunder mulai terguncang, terutama di Jabodetabek setelah dilanda isu virus corona dan banjir berkali-kali.

Kedua hal tersebut dinilai bisa membuat rumah sekunder tidak laku. Namun, kedua hal tersebut dinilai tak terlalu memberikan pengaruh bagi hunian yang dijual maupun disewakan oleh pengembang.

Executive Director Summarecon Bekasi Albert Luhur mengatakan, bahwa masalah banjir dan virus corona tidak membawa banyak dampak pada proyek-proyeknya.

"Yang disewakan misalnya, apartemen di Summarecon Bekasi masih bisa tetap berjalan. Karena ketersediaannya adalah kebutuhan, misalnya untuk mahasiswa yang kuliah di Summarecon," kata Albert saat ditemui di Bekasi akhir pekan ini.

Adapun, untuk keterisian apartemen yang ada di Summarecon Bekasi, Albert menyebut rata-rata baru mencapai 50 persen. Serapannya didominasi oleh pasar end user dari orang tua yang membelikan unit untuk anak-anaknya.

Sementara itu, untuk kawasan banjir seperti proyek Summarecon di Kelapa Gading, Albert menyebutkan permintaan tetap ada. Terlebih karena kawasannya sudah lengkap dengan berbagai fasilitas umum.

"Banjir itu kan tidak datang sepanjang tahun. Jadi potensi akan tetap ada. Apalagi penduduk di sana sebetulnya mau cari apa saja ada semua juga di sana," ujarnya.

Sedangkan untuk yang di Bekasi, Summarecon Bekasi melakukan pengolahan air dan limbah air atau Water Treatment Plan (WTP) dan Water Waste Treatment Plan (WWTP) untuk mencegah banjir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir developer Virus Corona
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top