Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dirut AP II: Ada 17 Calon Mitra Strategis di Bandara Kualanamu

AP II melaporkan adanya 17 calon mitra strategi untuk pengelolaan Bandara Kualanamu di Medan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 05 Maret 2020  |  11:44 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura II telah melaporkan kepada kementerian Badan Usaha Milik Negara bahwa terdapat 17 mitra strategis yang potensial untuk mengelola bandara internasional Kualanamu di Medan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyampaikan bandara berkode KNO tersebut akan dibuka potensinya ke mitra strategis guna mendorong tak hanya nilai investasi tetapi juga dari sisi ekonomi daerah.

"Laporan kami ke Pak Tiko Wamen BUM (Kartiko Wirjoatmodjo), ada 17 potensial bidders,"jelasnya, Kamis (5/3/2020).

Awal menuturkan sistem regulasi yang ada di Indonesia saat ini cukup ketat memproteksi kebandarudaraan berdasarkan UU No.1/2009 tentang Penerbangan. Oleh sebab itu, diharapkan adanya perubahan dalam melakukan kerja sama strategis.

Saat ini operator pelat merah tersebut juga melakukan penyesuaian regulasi dalam menawarkan bandara Kualanamu agar sesuai dengan dinamika industri. Selain itu, penyesuaian juga dilakukan dalam merespon usulan dari investor.

Awal menekankan disrupsi regulasi saat ini telah berbeda jauh dengan terdahulu. Menurutnya, regulasi yang ketat dalam mengatur kebandarudaraan tidak lepas dari fungsinya sebagai salah satu alat pertahanan negara. Namun, saat ini tidak bisa dipungkiri keberadaanya menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi daerah.

"Tidak semua bandara posisinya profitable. Namun sekarang kami tidak hanya berpikir soal besaran pengembalian investasi tetapi juga Economic rate of return. Bandara menjadi trigger mendorong perekonomian," ujarnya.

Sebelumnya AP II mencatat sebanyak 39 badan usaha mengajukan letter of intent sebagai mitra strategis pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu di Medan. Diantaranya berasal dari Asia Timur, Asia Barat, kawasan Asean hingga Eropa. Dia memerinci dari sejumlah 39 perusahaan tersebut delapan diantaranya berasal dari domestik.

Awaluddin melanjutkan, saat ini perusahaan telah merilis amandemen dari Dokumen Permintaan Proposal (Request for Proposal/RfP) yang sebelumnya pernah diterbitkan pada 9 Juli 2019.

Perubahan dokumen tersebut yang paling mendasar terkait dengan struktur transaksi. Alhasil, dengan berubahnya struktur transaksi , AP II memberikan perpanjangan waktu dalam mengumpulkan penawaran proposal kepada para calon mitra strategis hingga 22 Juni 2019.

PT Angkasa Pura II menargetkan agar penandatanganan perjanjian dengan mitra strategis yang akan mengelola bandara Kualanamu diteken pada Oktober 2020.

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan setelah penawaran dibuka pada 22 Juni 2020 akan dilanjutkan dengan evaluasi dan finalisasi pemenang lelang. Langkah tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar 4 bulan.

Dia melanjutkan bersama dengan mitra strategis akan meningkatkan kapasitas dan luasan gedung terminal menjadi dua kali lipat. Kapasitas terminal penumpang bandara berkode KNO ditingkatkan dari saat ini mencapai 8 juta menjadi hingga 16 juta penumpang.

Dia mengharapkan 2 tahun setelah terbentuknya mitra strategis, penambahan kapasitas sudah terjadi.

Selain itu dari sisi fasilitas udara, operator bandara pelat merah tersebut akan menambah landasan pacu dan luasan apron sesuai dengan standar operasional kebandarudaraan yang telah disepakati. Hal tersebut dapat direalisaikan ketika target pergerakan sebelumnya sudah tercapai.

Pada tahap awal, manajemen telah mempersiapkan belanja modal senilai Rp3 triliun. Selanjutnya, nilai belanja modal yang harus digelontorkan akan bergerak sesuai dengan ekspansi pergerakan penumpang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi bandara kualanamu angkasa pura ii
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top