Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Biaya Program Revitalisasi Daerah Kumuh Kabupaten Gorontalo Rp8,5 Miliar

Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo mengatakan program Kotaku merupakan salah satu program Kementerian PUPR dalam rangka mewujudkan Kota Tanpa Kumuh.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 29 Februari 2020  |  23:32 WIB
Penumpang antre untuk menaiki KM Sangiang di Pelabuhan Gorontalo, Kota Gorontalo, Gorontalo, Senin (27/5/2019). - ANTARA/Adiwinata Solihin
Penumpang antre untuk menaiki KM Sangiang di Pelabuhan Gorontalo, Kota Gorontalo, Gorontalo, Senin (27/5/2019). - ANTARA/Adiwinata Solihin

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya melakukan perbaikan kualitas kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Gorontalo dengan perbaikan infrastruktur dasar menggunakan anggaran sebesar Rp8,5 miliar.

Program ini bersinergi dengan pemerintah daerah (Pemda) dan Kelompok Masyarakat melakukan perbaikan kualitas kawasan permukiman kumuh di perkotaan melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Adapun program ini bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap layanan infrastruktur dasar di permukiman kumuh kawasan perkotaan dan perdesaan.

Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo mengatakan program Kotaku merupakan salah satu program Kementerian PUPR dalam rangka mewujudkan Kota Tanpa Kumuh.

"Mudah-mudahan program ini bisa menjadi inspirasi Pemerintah Daerah untuk terus bekerja sama bergandeng tangan dengen Pemerintah Pusat dalam memperluas cakupan dengan melanjutkan mewujudkan kota tanpa kumuh," kata Wamen Wempi melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (29/2/2020)

Salah satu lokasi Kotaku di Kabupaten Gorontalo adalah di Kelurahan Bongohulawa Kecamatan Limboto. Penataan kawasan yang sebelumnya kumuh dilakukan oleh Ditjen Cipta Karya sejak tahun 2017 tersebar di 23 kelurahan di Kabupaten Gorontalo dengan luas cakupan 186,3 hektar.

Pada 2019, anggaran Kotaku di Gorontalo sebesar Rp8,5 miliar meliputi pekerjaan pembangunan MCK di Kelurahan Tilihuwu dengan penerima manfaat 8 KK dan jembatan gantung sepanjang 40 meter, pembangunan jalan paving blok di 2 lokasi Kelurahan Bolihianhga dengan masing-masing sepanjang 646 meter, jalan paving blok sepanjang 740 meter di Kelurahan Tenilo, jalan rabat beton di Kelurahan Biyonga dan Bongohulawa.

Di sepanjang jalan lingkungan juga telah dilengkapi dengan tanaman, perbaikan drainase dan sejumlah tempat sampah agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

Dari penataan kawasan tersebut juga terjadi peningkatan usaha ekonomi warga dengan berdirinya beberapa warung kopi. Setelah dilakukan penataan, selain mengurangi kawasan kumuh, kini masyarakat juga memiliki ruang terbuka hijau baru sebagai tempat berinteraksi warga.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengapresiasi Program Kotaku Kementerian PUPR yang telah mengurangi jumlah kelurahan atau desa yang masuk kawasan kumuh dari 23 kelurahan menjadi 17 kelurahan atau dari seluas 186,3 hektar menjadi 141,95 hektar.

"Dua tahun terakhir saya menjabat Bupati Program Kota Kementerian PUPR ini sangat luar biasa, bukan hanya memberikan fasilitas yang ada tetapi juga memberikan peluang dan semangat kepada masyarakat untuk menata lingkungannya dengan baik," ujar Nelson.

Program Kotaku merupakan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat untuk mendukung program 100-0-100 yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Di Kabupaten Gorontalo selama 2017-2019 telah berhasil memberikan manfaat kepada 43.593 jiwa, sebanyak 17.946 orang merupakan perempuan serta menyerap 1.142 tenaga kerja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gorontalo
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top