Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tahun Depan, PPATK Jadi Anggota Tetap FATF

Ada banyak keuntungan bila Indonesia menjadi anggota Financial Action Task Force. Apa saja?
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  19:11 WIB
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kiri) dan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi III DPR, di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kiri) dan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi III DPR, di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, DEPOK – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menargetkan dapat menjadi anggota resmi Financial Action Task Force (FATF) pada 2021 mendatang.

Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin menuturkan, proses pengajuan menjadi anggota organisasi ini sudah dimulai sejak 2017. Namun, karena sifat pendaftaran FATF yang menganut sistem pipeline, Indonesia masih harus mengantre di belakang Arab Saudi, Israel, dan Nigeria.

“Sampai saat ini, masih tersisa Nigeria di pipeline tersebut. Kami optimistis Oktober 2021 Indonesia sudah menjadi anggota tetap FATF. Dari seluruh anggota G-20, hanya tinggal Indonesia yang belum masuk menjadi anggota tetap FATF,” katanya saat ditemui di Depok, Jawa Barat pada Kamis (27/2/2020).

Kiagus melanjutkan, hingga saat ini Indonesia masih berstatus sebagai negara observer yang memiliki hak berbicara tetapi tidak memiliki hak voting.PPATK telah melewati sejumlah tahapan seleksi anggota tetap FATF sejak 2019 lalu. Tahap terakhir yang diselesaikan adalah klarifikasi data dan informasi dari Tim Asesor FATF.

Pada Maret 2020, Tim Asesor FATF akan melakukan on site visit  ke Indonesia. Kemudian pada Oktober 2020 penetapan hasil mutual evaluation review (MER) pada pertemuan pleno FATF.

"Semuanya amat bergantung pada hasil MER tersebut. Ada sejumlah standar yang amat ketat, tetapi kami optimistis Indonesia dapat melewati seluruh proses ini," imbuhnya.

Dia melanjutkan, ada sejumlah keuntungan yang dapat dinikmati Indonesia bila resmi menjadi anggota tetap FATF. Dari sisi ekonomi, Indonesia akan dipandang sebagai negara yang stabil dan berintegritas pada sektor keuangannya. Hal ini akan berdampak pada naiknya tingkat kepastian berinvestasi.

Selain itu, Indonesia juga akan ikut dalam perumusan kebijakan dan standar internasional terkait upaya pencucian uang dan pendanaan terorisme. "Indonesia juga akan memilili daya tawar yang lebih tinggi di dunia internasional lewat keanggotaan tetap di FATF," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ppatk
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top