Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Apartemen Lesu, Ciputra Grup Tawarkan Kemudahan Pembayaran

Ciputra Grup menawarkan kemudahan cara pembayaran pembelian apartemen untuk menarik minat konsumen.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  18:16 WIB
Apartemen di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Apartemen di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Ciputra Grup melakukan penyesuaian dalam strategi bisnis di tengah tertekannya sektor properti di subsektor apartemen dalam beberapa tahun belakangan ini. 

Pasar apartemen saat ini tengah kelebihan pasokan, akan tetapi tidak diiringi dengan jumlah permintaan yang pertumbuhannya justru melambat.

Senior Director Ciputra Grup Artadinata Djangkar mengaku bahwa pihaknya memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian harga, akan tetapi hanya dari cara pembayaran yang lebih lunak di sejumlah proyek eksisting.

"Untuk proyek yang sudah berjalan dan masih ada sisa pasokan, kami memberikan cara pembayaran yang fleksibel sehingga meringankan pembeli, misalnya bisa dicicil 3 tahun," kata dia, Senin (24/2/2020).

Sejumlah apartemen yang mendapat pembayaran lebih lunak antara lain sisa unit dari The Orchard di Ciputra World 2 dan San Fransisco di Ciputra International, Puri Indah. 

Dengan keringanan tersebut, Artadinata mengaku bahwa strategi itu cukup jitu untuk menarik para calon konsumen sehingga unit apartemen dapat terserap oleh pasar.

"Beberapa pembeli sudah memanfaatkan cara bayar yang lunak ini," ucapnya.

Sementara itu, Ciputra Group juga berusaha masih menahan penyesuaian harga untuk proyek terbaru seperti Newton 2 dan Citra Landmark. Saat ini, kedua proyek komersial itu telah dalam fase pra-peluncuran.

Citra Landmark merupakan kawasan hunian berkonsep transit oriented development (TOD) yang pengembangannya terdiri dari 11 menara apartemen di atas lahan seluas 7 hektare.

Pada tahap awal, Ciputra akan mulai membangun satu menara apartemen sejumlah 600 unit. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembangunan menara kedua sehingga total keseluruhan mencapai 1.200 unit.

Adapun harga apartemen yang ditawarkan mulai dari Rp300 juta seluas 21 meter persegi berupa dua kamar tidur serta harga tertinggi mencapai Rp800 juta seluas 54 meter persegi terdiri dari 3 kamar tidur.

Sementara itu, Newton 2 merupakan pengembangan dari Newton 1 yang telah ludes terjual. Newton 2 memiliki total 624 unit dengan harga mulai dari Rp1,2 miliar - Rp2,9 miliar.

Meskipun, pasokan apartemen, khususnya di Jakarta diproyeksi akan melimpah, tetapi dia mengaku tetap optimistis bahwa produk yang dipasarkan diserap dengan baik oleh pasar. 

"Kami tentu lebih berhati-hati dalam membangun proyek baru dan melakukan studi dengan matang," ujarnya.

Sebelumnya, pasar properti di subsektor apartemen diprediksi akan mengalami pasokan melimpah dalam beberapa tahun mendatang. Konsultan Properti Savills Indonesia mencatat pada tahun ini saja akan ada ribuan pasokan apartemen baru khususnya di DKI Jakarta.

"Penyelesaian apartemen baru pada 2020 dapat mencapai lebih dari 26.000 unit," kata Director and Head of Research Savills Indonesia Anton Sitorus.

Secara keseluruhan, pasokan melimpah akan terjadi dalam kurun waktu 2020 - 2023 dengan perkiraan tambahan pasokan sekitar 49.200 unit apartemen baru dengan konsep pengembangan berorientasi transit atau TOD. 

Dalam catatan Savills, pasokan tahunan pada 2020 - 2023 rata-rata diperkirakan akan mencapai sekitar 12.300 unit atau lebih rendah dari tingkat pasokan pada 2015 - 2019. 

Hanya saja, dengan banjirnya pasokan apartemen tersebut tak menutup kemungkinan ada keterlambatan penyelesaian seperti halnya pada tahun lalu yang mencapai 40 persen. 

Sepanjang 2019, Savills mencatat terdapat 19.100 penyelesaian apartemen baru di Jakarta dengan tingkat penyerapan 2.100 unit. Dengan demikian, total yang ada saat ini mencapai 168.400 unit. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti apartemen ciputra grup
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top