Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Erick Thohir Akui Target Dividen Tahun ini Berat, Tapi...

Target penerimaan negara dari dividen BUMN dinilai berat. Namun, Kementerian BUMN punya jurus agar target tersebut tetap tercapai. Hal itu juga menjadi jawaban mengapa rasio pembayaran dividen tahun ini lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  18:07 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020). - ANTARA / Rivan Awal Lingga
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020). - ANTARA / Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) optimistis target dividen BUMN pada tahun ini sebesar Rp48 triliun hingga Rp49 triliun akan tercapai. BUMN kelas kakap seperti perbankan akan menjadi kontributor terbesar penerimaan negara dari dividen BUMN.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan target perolehan dividen tahun ini emamng cukup berat karena sejumlah tantangan mulai membayangi perekonomia Indonesia. Situasi agak pelik karena dampak turunan wabah virus corona di China mulai memberikan pengaruh terhadap perekonomian nasional.

Erick mengungkpakna, target penerimaan dividen pada tahun ini mengalami penyesuaian karena target penerimaan pajak meleset. Dia masih yakin target dividen akan tetap terpenuhi karena pemerintah mengincar porsi dividen dari beberapa BUMN besar.

“Tentu dengan kondisi itu juga untuk mencapai target dividen yang disesuaikan tidak mudah. Tapi Alhamdulillah ada lah kayaknya. Bank Mandiri sendiri kemarin menaikkan dividennya, nah kita coba cari solusi agar keuangan negara tetap aman, dengan target dividen sekitar Rp48—Rp49 triliun,” jelasnya usai menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Dalam Nota Keuangan APBN 2020, target pendapatan dari kekayaan negara dipisahkan dari target adalah Rp49 triliun, lebih rendah dari outlook APBN 2019. Pendapatan bagian pemerintah atas laba BUMN Perbankan ditarget Rp21,26 triliun. Sementara itu, target pendapatan dari bagian pemerintah atas laba BUMN nonperbankan diproyeksi sebesar Rp27,72 triliun.

Kemarin, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. memutuskan akan menebar dividen sebesar Rp16,49 triliun kepada para pemegang saham, atau sekitar 60 persen dari total lama perseroan. Rasio pembagian dividen terhadap laba tersebut lebih besar dari yang diberikan perseroan pada tahun lalu sebesar 45 persen.

Selain itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. juga memutuskan untuk membagikan dividen sebanyak Rp20,6 triliun atau 60 persen dari perolehan laba 2019. Rasio pembayaran dividen Bank Mandiri dan BRI tercatat paling tinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

BUMN lain yang juga sudah memutukan pembagian dividen adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Bank berlogo 46 itu membagikan dividen sebanyak Rp3,85 triliun kepada pemegang saham atau setara 25 persen dari perolehan laba 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top