Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Virus Corona Terasa Sampai Yogyakarta

Rute penerbangan internasional langsung, yang sering digunakan turis asing, dari dan ke Yogyakarta hanya Malaysia dan Singapura.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  13:44 WIB
Dua orang petugas medis menyemprotkan disinfektan pada pusat observasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Natuna, Rabu (12/2/2020). - PUSPEN TNI
Dua orang petugas medis menyemprotkan disinfektan pada pusat observasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Natuna, Rabu (12/2/2020). - PUSPEN TNI

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor pariwisata di Yogyakarta terkena dampak dari virus Corona (Covid-19) karena sebagian turis asing masuk melalui Singapura dan Malaysia.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Singgih Raharjo mengatakan rute penerbangan internasional langsung, yang sering digunakan turis asing, saat ini hanya dari kedua negara tersebut. Padahal, Negeri Singa telah menaikkan status travel warning dari kuning menjadi oranye akibat virus Corona.

"Di Yogyakarta, memang [virus Corona] sekarang telah membawa dampak [bagi indusrti pariwisata] walaupun tidak signifikan," kata Singgih, Rabu (19/2/2020).

Dia menambahkan hal tersebut bisa dilihat dari pembatalan atau penundaan pemesanan kamar hotel di Kota Gudeg ini. Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta, pembatalan pemesanan kamar hotel mencapai 2 persen.

Pihaknya menjelaskan pembatalan tersebut tidak hanya dilakukan oleh wisatawan asal China, melainkan juga dari sejumlah negara Eropa dan Asia. Pembatalan juga termasuk paket perjalanan wisata.

Kendati demikian, dampak virus Corona ini tidak signifikan karena bertepatan dengan masa sepi atau low season. Biasanya berlangsung pada akhir Januari hingga Maret setiap tahun.

"Namun, kalau [kondisi] ini berlarut-larut akan menimbulkan dampak yang lebih besar," ujarnya.

Singgih mengaku masih optimistis bisa mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara hingga 500.000 orang hingga akhir tahun ini. Adapun, realisasi pada tahun lalu mencapai 433.000 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yogyakarta virus corona

Sumber : Antara

Editor : Rio Sandy Pradana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top