Proyek Jawa 1 Diklaim Sesuai Rencana

Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa-1 1760 MW atau Proyek Jawa 1 ditarget beroperasi komersial atau melakukan commercial operation date (COD) pada 2021
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  19:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa-1 1760 MW atau Proyek Jawa 1 disebut telah berjalan baik dan sesuai rencana.

Director Division 4 New Energy and Power Finance Department I, Infrastructure and Environment Finance Group Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Kitamura Kenichiro mengapresiasi progress pembangunan PLTGU Jawa-1 yang berjalan dan dikelola dengan baik, yang tak hanya dalam aspek konstruksi tetapi juga aspek lingkungan dan sosial.

Listrik yang akan dihasilkan oleh PLTGU Jawa-1 akan disalurkan ke Sistem Kelistrikan Jawa-Bali melalui jaringan transmisi 500 kV dari lokasi pembangkit ke Gardu Induk 500 kV di kawasan Cibatu Baru, Bekasi, Jawa Barat. Adapun panjang jaringan transmisi sepanjang 52 km untuk 118 tower,

"Saya mengapresiasi kinerja dan good teamwork di antara sponsor Jawa-1 yang telah berjalan saat ini dan berharap hal ini dapat terus ditingkatkan," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (14/2).

JBIC menegaskan kembali bahwa proyek PLTGU Jawa-1 ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia dan juga komunitas masyarakat setempat seraya menjaga dan melestarikan lingkungan sekitarnya.

Adapun ada Kamis (13/2), Japan Bank for International Cooperation (JBIC) melakukan kunjungan ke lokasi proyek PLTGU Jawa-1 di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat.

JBIC juga mengunjungi salah satu lokasi pembangunan tower transmission line di Kabupaten Bekasi. Selain itu perwakilan JBIC juga berkesempatan mengunjungi lokasi rehabilitasi kawasan hutan di Muara Ciasem, Subang yang dilakukan oleh PT Jawa Satu Power (JSP) dengan bekerjasama dengan Perum Perhutani.

Adapun rehabilitasi yang akan dilakukan berupa konservasi hutan bakau (mangrove), pelestarian satwa endemik yaitu burung kaca mata putih, pemberdayaan masyarakat serta edukasi kelestarian hutan.

Hal ini merupakan komitmen JSP terhadap pengelolaan lingkungan sesuai AMDAL, UKL/UPL, serta Environmental and Social Impact Assessment (ESIA).

Pada 18 Oktober 2018 yang lalu, JBIC menandatangani loan agreement senilai US$604 juta untuk proyek PLTGU Jawa-1 ini. Adapun nilai investasi proyek yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat tersebut mencapai US$1,8 miliar.

Adapun PLTGU Jawa-1 berkapasitas 1.760 MW ditarget beroperasi komersial atau melakukan commercial operation date (COD) pada 2021. Konstruksi PLTGU Jawa-1 telah mencapai 30%. Nantinya, pembangkit tersebut akan berfungsi sebagai load follower yakni dapat mengikuti perubahan beban.

Pengerjaan PLTGU Jawa-1 dilakukan oleh konsorsium PPI, Marubeni Corporation, dan Sojitz Corporation. PPI bertindak sebagai lead konsorsium dalam proyek ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik, pembangkit listrik

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top