Gunung Merapi Erupsi, Penerbangan Tetap Normal

Kemenhub memiliki sistem pemantauan Integrated Webbased Aeronautical Information System Handling (I-Wish) untuk mendeteksi secara dini dampak erupsi terhadap operasional penerbangan
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  16:13 WIB
Gunung Merapi Erupsi, Penerbangan Tetap Normal
Aktivitas Gunung Merapi terlihat dari kawasan Deles Indah, Sidorejo, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Senin (11/3/2019) - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan memastikan penerbangan dari dan ke Yogyakarta atau daerah Jawa Tengah lainnya beroperasi normal pasca terjadinya erupsi Gunung Merapi pada pukul 05.16 WIB pada Kamis (13/2/2020) pagi.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto menyampaikan penerbangan masih berjalan normal dan melakukan pemantauan guna keselamatan dan keamanan penerbangan bekerja sama dengan seluruh stakeholder penerbangan termasuk dengan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosika (BMKG).

“Kami telah memiliki sistem pemantauan yaitu Integrated Webbased Aeronautical Information System Handling [I-Wish] untuk mendeteksi secara dini dampak erupsi terhadap operasional penerbangan guna mengantisipasi perkembangan pengaruh sebaran abu vulkanik akibat  erupsi gunung berapi,” jelasnya melalui keterangan resmi, Kamis (13/2/2020).

Sistem ini, lanjutnya, juga merupakan sarana koordinasi bersama dalam pengambilan keputusan terkait dengan operasional penerbangan. Dia mencontohkan jika adanya penutupan (tidak beroperasinya) suatu bandara karena sebaran abu vulkanik.

Sementara itu, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya Nafhan Syahroni mengonformasikan bencana erupsi Gunung Merapi dan gempa bumi tidak berdampak terhadap penerbangan di Bandara Adisutjipto dan Yogyakarta International Airport (YIA).

Pihaknya melakukan koordinasi intensif pasca erupsi Gunung Merapi. Selain itu juga memberikan himbauan kepada penyelenggara bandara untuk menyampaikan situasi terkini.

'Kami pastikan sejauh ini penerbangan berlangsung normal," ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), erupsi Merapi terekam di seismogram dengan amplitude 75 mm dan durasi 150 detik bahwa tinggi kolom erupsi ±2.000 meter dengan arah angin ke Barat Laut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, gunung merapi

Editor : Rio Sandy Pradana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top