Ada Risiko Virus Corona, BI dan Pemerintah Yakin Inflasi Inflasi 2020 Aman

Untuk pertama kalinya, Tim Pengendali Inflasi Pusat juga mematok target inflasi volatile food 3 persen - 5 persen.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  15:22 WIB
Ada Risiko Virus Corona, BI dan Pemerintah Yakin Inflasi Inflasi 2020 Aman
Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) memberikan paparan terkait stategi pengendalian inflasi 2020 di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (13/2/2020) - Bisnis / Feni

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah wabah virus corona yang kian meluas, pemerintah dan Bank Indonesia tetap percaya diri menargetkan laju inflasi pada tahun ini pada kisaran 2 persen sampai 4 persen.

Selain itu, rapat koordinasi (high level meeting) Tim Pengendali Inflasi Pusat juga mematok target inflasi volatile food 3 persen - 5 persen.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan penetapan target inflasi untuk kategori volatile food baru ditetapkan mulai tahun ini.

"Kenapa kita menetapkan target inflasi untuk volatile food? Karena kita tahu salah satu penyebab terbesar inflasi [kenaikan harga] bahan makanan. Ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat," katanya saat konferensi pers di gedung Kemenko Perekonomian, Kamis (13/2/2020).

Iskandar mengungkapkan ada beberapa strategi yang disiapkan TPID agar inflasi IHK dan volatile food berada di kisaran target yang telah ditetapkan. Pertama, pihaknya akan menjaga disparitas harga, baik antar tempat maupun antar waktu.

Dia memberi contoh harga sebagian besar komoditas pangan anjlok saat musim panen. Sebaliknya, harga justru naik saat musim pacelik. Kedua, hal tersebut mendorong inflasi dan deflasi komoditas pangan di tingkat nasional.

"Inflasi volatile food biasanya tidak ditargetkan karena begitu besarnya tantangan karena gangguan musiman. Kami mencoba menghilangkan disparitas agar tidak terjadi gejolak harga. Itu menurut tantangan ke depan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Iskandar mengatakan TPID juga mempersiapkan pasokan dan harga bahan makanan jelang hari besar keagamaan nasional (HKBN), yaitu Lebaran yang akan jatuh pada Mei 2020.

Selain menjaga ketersediaan pasokan dan distribusi, pemerintah dan BI juga akan memperkuat kelembagaan di bidang pertanian yang disertai peningkatan kapasitas, pembiayaan, dan pengembangan ekosistem pertanian digital.

"Pemerintah juga akan meningkatkan efektivitas kebijakan dalam rangka menjaga daya beli masyarakat dengan memperhatikan stabilitas harga," ucapnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan prediksi inflasi di kisaran 2 persen sampai 4 persen pada 2020 telah dihitung berdasarkan semua risiko yang mungkin terjadi.

Menurutnya, faktor pendorong inflasi yang berasal dari gejolak global, antara lain virus Corona dan kenaikan harga komoditas. Di sisi lain, BI juga memasukkan risiko domestik penyesuaian untuk beberapa harga yang diatur oleh pemerintah.

"Kami confidence inflasi masuk di dalam range sehingga paling tidak sampai Rapat Dewan Gubernur BI terakhir, posisi kebijakan moneter kita akan akomodatif. Sense kebijakan tidak hanya dilihat dari inflasi, tetapi konteks eksternal dan nilai tukar rupiah. Dua faktor ini [diperhatikan] seandainya kita melakukan kebijakan penyesuaian suku bunga," ungkap Dody.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Inflasi

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top