Impor Gula Konsumsi Tahun Ini Tak Bisa Ditahan

Kebutuhan impor gula kristal putih diperlukan menyusul adanya potensi defisit neraca gula pada 2020 sekaligus untuk mengamankan stok pada awal 2021 mendatang.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  15:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Gula Indonesia (AGI) memproyeksikan kebutuhan impor gula gula kristal putih (GKP) untuk konsumsi pada 2020 dapat mencapai 1,33 juta ton.

Kebutuhan impor ini diperlukan menyusul adanya potensi defisit neraca gula pada 2020 sekaligus untuk mengamankan stok pada awal 2021 mendatang.

Direktur Eksekutif AGI Budi Hidayat mengemukakan bahwa defisit gula pada 2020 dapat mencapai 29.000 ton, dengan produksi sepanjang tahun yang diperkirakan turun dari 2,22 juta ton pada 2019 menjadi 2,05 juta ton pada 2020.

Stok awal gula pada 2020 sendiri berada di angka 1,08 juta ton. Di sisi lain, konsumsi pada tahun ini diproyeksi menembus 3,16 juta ton, naik dibandingkan dengan konsumsi pada 2019 yang berjumlah 3,09 juta ton.

"Untuk pemenuhan pada tahun 2020 dan persiapan awal 2021 diperlukan impor gula untuk konsumsi Iangsung sebesar 1,33 juta ton," kata Budi dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (12/2/2020).

Budi menjelaskan importasi gula mentah (GM) untuk GKP bisa dilakukan pada akhir masa giling 2020 guna mengatasi defisit untuk gula konsumsi.

Pemenuhan kebutuhan awal 2021 pun disebutnya perlu menjadi pertimbangan demi memenuhi kebutuhan gula jelang hari raya besar keagamaan yang diperkirakan jatuh pada semester I pada tahun depan.

Staf Ahli AGI Yadi Yusriadi menyebutkan kebutuhan gula bulanan berkisar di angka 250.000 ton setiap bulannya. Sementara selama Ramadan dan jelang Idulfitri, kebutuhan bulanan bisa bertambah 150.000 ton.

"Kalau impor tidak ditata dengan baik bisa menyebabkan defisit. Seperti sekarang kondisi tersebut mulai terasa, harga gula terpantau sudah mencapai Rp13.000 sampai Rp14.000 per kilogram dan sulit ditemukan di pasaran," kata Yadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gula, impor gula

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top