Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Minta Rancangan Insentif Khusus bagi Hotel dan Penerbangan

Presiden Joko Widodo meminta jajarannya merancang insentif khusus bagi penerbangan domestik dan hotel. Hal ini diharapkan dapat membantu industri pariwisata menghadapi dampak virus Corona.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  17:32 WIB
Awak kabin mengenakan baju steril saat melakukan persiapan di dalam pesawat tipe A-330 milik Batik Air yang akan digunakan untuk menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, China, di Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Sabtu (1/2/2020). - ANTARA / Muhammad Iqbal
Awak kabin mengenakan baju steril saat melakukan persiapan di dalam pesawat tipe A-330 milik Batik Air yang akan digunakan untuk menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, China, di Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Sabtu (1/2/2020). - ANTARA / Muhammad Iqbal

Bisnis.com, BOGOR - Presiden Joko Widodo meminta jajarannya merancang insentif khusus bagi penerbangan domestik dan hotel. Hal ini diharapkan dapat membantu industri pariwisata menghadapi dampak virus Corona.

“Mengenai insentif beberapa hal seperti subsidi ke penerbangan terutama turis domestik dalam rangka meningkatkan belanja dari masyarakat untuk menopang sektor pariwisata,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

Sri Mulyani menjelaskan hal itu dilakukan berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo dalam rapat paripurna membahas antisipasi ekonomi global. Selain menghitung insentif untuk penerbangan dan hotel, Presiden meminta jajarannya untuk membuat kegiatan di destinasi wisata yang sudah pasti terkena dampak virus Corona. 

Pemerintah menutup penerbangan langsung dari dan ke China sejak 5 Februari 2020. Kementerian Pariwisata mencatat turis China sepanjang 2019 sebanyak 2,07 juta orang dengan rata-rata belanja sebesar US$1.400 per orang. Dengan demikian, dari situ saja, Indonesia berpotensi kehilangan devisa sektor pariwisata sebesar US$2,8 miliar.

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan insentif yang berdampak langsung pada perilaku wisatawan domestik. Insentif tersebut harus dapat membuat turis lokal membuat keputusan mengunjungi tiga daerah wisata yang akan terkena dampak paling besar dari virus Corona.

Budi Karya mencatat ada tiga bandara internasional yang menjadi pintu masuk turis China, yakni Bali, Bintan, dan Sulawesi Utara. “Karena kalau tiga tempat ini ancaman hotel tutup, orang-orang tidak bisa bekerja. Nah, ini yang mesti dibantu,” kata Menhub.

Di luar insentif yang tengah digodok pemerintah, Budi Karya telah memberikan instruksi kepada industri pariwisata, khususnya maskapai dan hotel terdampak Corona untuk memberikan program khusus. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada perusahaan terkait untuk mengkalkulasi potensi kerugian dan besaran potongan harga yang dapat diberikan kepada wisatawan domestik. 

Kemenhub mencatat ada lima maskapai yang memiliki rute penerbangan langsung ke China, yakni Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, dan Sriwijaya Air. Seluruh maskapai merespons positif instruksi kementerian perhubungan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi hotel maskapai penerbangan virus corona
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top