INSA: Ekspor dan Impor Indonesia Bisa 'Slow' akibat Corona

Indonesia National Shipowners' Association (INSA) memperkirakan tingkat keterisian kapal untuk kegiatan ekspor dan impor pasti turun. Pasalnya, pelayaran ekspor dan impor Indonesia masih didominasi oleh pelayaran nasional.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  14:18 WIB
INSA: Ekspor dan Impor Indonesia Bisa 'Slow' akibat Corona
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA-Virus corona yang kini menyebar hingga ke seluruh dunia dapat berdampak pada volume ekspor dan impor Indonesia.

Ketua Umum Indonesia National Shipowners' Association (INSA) Carmelita Hartoto menuturkan tingkat keterisian kapal untuk kegiatan ekspor dan impor pasti turun. Pasalnya, pelayaran ekspor dan impor Indonesia masih didominasi oleh pelayaran nasional.

"Perdagangan kita bisa slow. Hanya saja, kami belum bisa kalkulasi seberapa besar dampaknya bagi pelayaran nasional," tegas Carmelita, Selasa (11/2/2020).

Namun, dia meyakini ada kekurangan pasokan barang impor dari China karena para pengusaha pastinya akan membatasi impor bahan pangan. Menurutnya, kondisi ini harus bisa diwaspadai segera oleh berbagai pemangku kebijakan.

Korban tewas akibat wabah virus corona mencapai 910 jiwa hingga Senin (10/2/2020). Angka ini lebih tinggi dari korban akibat epidemi SARS pasa 2003. Menurut pernyataan dari Komisi Kesehatan Nasional, sekitar 871 dari kematian itu terjadi di Provinsi Hubei dengan ibu kota Wuhan, pusat penyebaran virus.

Adapun, jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi di China daratan naik 3.062, sehingga jumlah totalnya menjadi 40.171. Ada dua kematian di luar China daratan, satu di Hong Kong dan satu lagi di Filipina.

Sementara itu, di Jepang jumlah individu terinfeksi yang dikarantina di kapal pesiar juga meningkat hampir dua kali lipat menjadi 136, angka terbesar di luar China. Secara global, 40.614 telah terinfeksi sejauh ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top