Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tunda Penerbangan China, Garuda Indonesia Belum Pikirkan Kompensasi

Koordinasi dengan Kementerian Perhubungan sebagai regulator terkait dengan dampak dari penundaan penerbangan ini juga terus dilakukan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  13:01 WIB
Sebuah pesawat udara terbang melintas di atas jalan raya saat bersiap mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (14/1/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Sebuah pesawat udara terbang melintas di atas jalan raya saat bersiap mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (14/1/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, JAKARTA - Garuda Indonesia belum menentukan langkah lebih lanjut atas kompensasi terhadap penundaan jadwal penerbangan ke China yang diberikan oleh pemerintah.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan maskapai mulai menutup penerbangan dari dan ke China pada pagi ini. Koordinasi dengan Kementerian Perhubungan sebagai regulator terkait dengan dampak dari penundaan penerbangan ini juga terus dilakukan.

"Kompensasinya dipersilahkan ke masing-masing maskapai. Kami ini mendukung pemerintah dalam upaya urusan ini. Ini kan masalah kita bersama, bahwa ada implikasi bisnis, ya kita tangani bersama," jelasnya, Rabu (5/2/2020).

Adapun, hingga tenggat waktu penutupan penerbangan untuk rute ke China pada Rabu 00.00 WIB, maskapai nasional tersebut mengaku tak terlibat dalam penjemputan dan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI). Namun, Irfan menyebut jika perseroan siap dilibatkan jika diminta oleh pemerintah.

Sementara itu, Head of Vice President of Corporate Secretary Sriwijaya Air Adi Willi Hanhari Haloho mengatakan tidak melakukan penerbangan terkait dengan evakuasi WNI dari China

"Memang awalnya sempat dimintakan tetapi permintaan pemerintah wide body," ujarnya.

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan penundaan sementara layanan penerbangan dari dan menuju China yang akan mulai diberlakukan pada Rabu, 5 Februari 2020 Pukul 00.00 hingga waktu yang akan ditentukan lebih lanjut. Tenggat waktu tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih berada di China untuk kembali ataupun warga negara China yang hendak kembali ke negaranya.

Kemenhub telah berkoordinasi dengan seluruh maskapai dimulai dari Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air hingga Sriwijaya Air dan menyetujui untuk membantu baik evakuasi maupun pemulangan kembali penumpang.  Evakuasi dilakukan berdasarkan rute penerbangan yang saat ini dimiliki oleh masing-masing maskapai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garuda indonesia Kemenhub virus corona
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top