Tiga Proyek Ini Jadi Andalan WIKA pada 2020

PT Wijaya Karya Persero Tbk. mengandalkan pengerjaan tiga proyek infrastruktur pada tahun ini untuk mendorong pertumbuhan.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  23:55 WIB
Tiga Proyek Ini Jadi Andalan WIKA pada 2020
Model berfoto di samping miniatur kereta cepat Jakarta-Bandung di Jakarta, Kamis (5/5). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - PT Wijaya Karya Persero Tbk. mengandalkan pengerjaan tiga proyek infrastruktur pada tahun ini untuk mendorong pertumbuhan.

Ketiga proyek tersebut yaitu konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung, pembangunan jalan tol Harbour Road II (ruas tol Wiyoto Wiyono) di kawasan Tanjung Priok, Jakarta, dan ruas jalan tol Padang-Pekanbaru di Trans Sumatra. 
 
Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Tumiyana mengatakan ada tiga proyek infrastruktur besar yang menjadi katalis utama pertumbuhan bagi WIKA untuk tahun ini.

"Saya punya Harbour Road  [dengan nilai] Rp7 triliun, baru mulai [pemancangan] di Priok, [jalan tol di Trans Sumatra untuk ruas] Padang-Pekanbaru Rp10 triliun. Itu trigger, itu adalah katalis terhadap 2020. Tiga proyek kami, [satu lagi dengan] kereta cepat [Jakarta-Bandung], [ini] kan harus rampung, harus open di 2021, artinya di Q3 [tahun 2020] sudah mulai trial kereta, itu jadi trigger untuk katalis revenue WIKA di 2020," jelasnya kepada Bisnis, Rabu (5/2/2020). 

Selain itu, masih banyak proyek infrastruktur yang menjadi katalis bagi perseroan pada tahun ini. Proyek-proyek tersebut juga tersebar di beberapa lokasi, mulai dari Jakarta, Bandung hingga kawasan Indonesia Timur serta luar negeri seperti Taiwan. 

Tumiyana menambahkan beberapa proyek infrastruktur yang digarap seperti stadion dan pelabuhan. Kemudian, untuk kawasan Indonesia Timur, terutama di Sulawesi, pihaknya juga membangun proyek infrastruktur bendungan.

"Saya bicara forecast di Rp65 triliun kontrak baru di 2020, itu di-trigger, nanti ada beberapa proyek besar," ujarnya.

Tumiyana mengatakan WIKA optimistis pada 2020 dapat mencatat pertumbuhan dua digit dengan laba bersih 18 persen.

Lebih lanjut, imbuhnya, pertumbuhan nilai kontrak baru (NKB) diperkirakan mencapai 50 persen. Melalui proyek infrastruktur tahun ini, katanya akumulasi kontrak online perseroan akan meningkat menjadi Rp145 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wijaya karya

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top