WIKA Pastikan Proyek Kereta Cepat Tak Terpengaruh Virus Corona

Wika memastikan virus corona tidak mempengaruhi konstruksi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  18:33 WIB
WIKA Pastikan Proyek Kereta Cepat Tak Terpengaruh Virus Corona
Model berfoto di samping miniatur kereta cepat Jakarta-Bandung di Jakarta, Kamis (5/5). Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta kepada PT Kereta Cepat Indonesia China untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengungkapkan bahwa virus corona tidak mempengaruhi perkembangan konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung.

Direktur Utama WIKA Tumiyana mengatakan pihaknya telah melakukan antisipasi terkait kemungkinan dampak dari virus Corona pada proyek infrastruktur tersebut.

Salah satu langkah antisipasi yang dilakukan ialah dengan melakukan pengawasan ketat untuk akses keluar masuk pekerja dari dan ke China sebagai tempat pertama virus tersebut muncul dan mewabah.

Tumiyana menjelaskan bahwa semua pekerja yang sedang kembali ke China untuk sementara dilarang untuk kembali ke Indonesia dulu, sedangkan pekerja China yang ada di Indonesia juga dilarang untuk kembali ke negaranya. 

“Kalau yang ahli pada di sini, itu tetap jalan terus. Jadi ada sebagian yang level supervisor pada balik kemarin sekitar 100 orang tidak boleh balik. Hal ini dilakukan untuk mencegah," katanya kepada Bisnis, Rabu (5/2/2020). 

Adapun terkait pasokan material sejauh ini tidak ada kendala. Dia mengatakan bahwa kebijakan pemerintah yang menetapkan larangan impor hanya berlaku untuk hewan hidup saja. 

Meskipun nantinya diberlakukan larangan, dia menyatakan bahwa saat ini material konstruksi seperti besi dan beton sudah tersedia di dalam negeri.

"[Untuk] yang banyak beli konten itu, rangkaian keretanya, yang lain-lain itu barang kita semua, yang kita ambil dari mereka itu rangkaian kereta, jadi itu nanti masih lama," jelasnya. 

Seperti diketahui, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung digarap oleh kosorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Entitas ini merupakan gabungan antara PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dengan kepemilikan 60 persen dan Beijing Yawan HSR Co. Ltd. sebanyak 40 persen. 

Adapun, PSBI beranggotakan Wijaya Karya dengan porsi kepemilikan 38 persen, PT Kereta Api Indonesia (Persero) 25 persen, PT Perkebunan Nusantara VIII 25 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk 12 persen.

Sementara itu, pemerintah telah menutup akses dari dan ke China sebagai dampak merebaknya virus Corona. Pendatang dari negara tersebut untuk sementara tidak diperbolehkan masuk dan transit di Indonesia. Hal itu juga berlaku bagi siapapun yang telah berada di China selama 14 hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, wika, Kereta Cepat

Editor : Fitri Sartina Dewi
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top