Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonom: Kontribusi CPO Terhadap Total Ekspor RI Bakal Meningkat

Kontribusi ekspor komoditas minyak nabati tersebut berpotensi terangkat dan membaik dibandingkan dengan kondisi pada 2019.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  19:54 WIB
Proses pemuatan buah kelapa sawit di perkebunan di Mamuju, Sulawesi Barat - Antara/Sahrul Manda Tikupadang
Proses pemuatan buah kelapa sawit di perkebunan di Mamuju, Sulawesi Barat - Antara/Sahrul Manda Tikupadang

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja ekspor sawit pada 2020 diperkirakan mengalami tren positif yang didukung dengan kondisi harga serta permintaan yang meningkat.

Ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus berpendapat kontribusi ekspor komoditas minyak nabati tersebut berpotensi terangkat dibandingkan dengan 2019. Adapun dari dinamika perdagangan global, dia menilai permintaan masih bakal tinggi meskipun hambatan dari Uni Eropa yang merupakan pasar utama Indonesia masih terus dibentangkan.

"Ketika ada dinamika dengan Uni Eropa, kita tidak tinggal diam dan bahkan melanjutkan gugatan ke WTO. Selain itu kita pun terbuka pada konsultasi dan diskusi dengan berlandaskan aspek akademis. Saya kira ke depan hal ini bisa disanggah dan yang terpenting adalah memperbaiki citra sawit," ujar Ahmad kepada Bisnis, Senin (3/2/2020).

Hambatan dari Uni Eropa sendiri dinilai Ahmad bisa memberi dampak positif bagi Indonesia karena bisa memacu hilirisasi. Dari segi perdagangan, Indonesia diniliainya tetap bisa mengandalkan pasar Asia Selatan yang terus tumbuh meski ekspor ke Uni Eropa berpotensi terkoreksi.

"Sawit setidaknya menyerap 35 persen dari total kebutuhan minyak nabati Eropa. Permintaan global pun meningkat dan sejauh ini sawit menjadi yang paling efisien," ujar Ahmad.

Senada, Ketua Komite Tetap Bidang Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Handito Joewono pun mengemukakan bahwa 2020 bakal menjadi momentum bagi sawit. Dia berpendapat hal ini didukung kondisi pasar dalam negeri dan luar negeri yang besar.

"Perlawanan di tingkat global pun saya lihat mereda. Ada negara-negara di Eropa yang terbuka dan tak menentang, seperti di Prancis yang bahkan ada perlawanan dari dalam negeri," kata Handito.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit ekspor cpo harga cpo
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top